PEMATANGSIANTAR II
Terjadinya Gapura di Simpang Jalan Bahagia Kelurahan Kristen Kecamatan Sianțar Selatan Kota Pematangsianțar ambruk “Makan korban” membuat Kapolsek Siantar Selatan IPTU Priston Simbolon marah di TKP, Senin (30/3/2026) pagi sekira pukul 10.00 Wib.
Kemarahan Kapolsek tersebut ditujukan kepada beberapa pegawai Kecamatan Siantar Selatan yang ada di TKP sebagai ungkapan kekesalannya karena koordinasi yang sudah dilakukannya sehari sebelumnya, Minggu (29/3/2026) pagi terkesan diabaikan.

Dalam koordinasinya kepada Camat Siantar Selatan, Kapolsek menyampaikan plang Gapura di Simpang Jalan Bahagia tersebut sudah rawan jatuh/mereng sehingga agar segera menindaklanjuti tersebut ke Instansi (Dinas) terkait.
Namun ternyata tidak ada upaya dilakukan untuk mengatasi plang Gapura tersebut supaya tidak ambruk dan “memakan korban” sehingga membuat Kapolsek Siantar Selatan IPTU Priston Simbon menjadi kesal dan marah.
“Entah apa kerja kalian, semalam sudah saya laporkan sama kalian. Ini lah akibatnya,” ucap Kapolseķ Siantar IPTU Priston Simbolon dengan nada suara marah kepada beberapa pegawai Kecamatan Siantar Selatan.
“Juga Sudah dilaporkan ke Grup Forum LLAJ
Sementara itu informasi lain bahwa di hari yang sama pada Minggu (29/3/2026) setelah menerima laporan dari petugas Pos Pengamanan (Pospam) V Simpang Empat ternyata Petugas Posko Operasi Ketupat Toba 2026 Polres Pematangsiantar juga juga sudah dilaporkan ke Grup Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Pematangsiantar.
Akan tetapi laporan tersebut terkesan diabaikan dengan membiarkan. Padahal didalam grup Forum LLAJ tersebut ada pejabat Pemko Pematangsiantar yakni Kepala dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU).
“Semalam mau tumbangnya Gapura itu juga sudah dilaporkan petugas Posko Ops Ketupat Toba 2026 Polres Pematangsiantar ke grup Forum LLAJ Kota Pematangsiantar tapi tetap saja dibiarkan,” kata sumber yang tak mau disebutkan namanya itu.
Sementara itu Camat Siantar Selatan Henry Purba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) membenarkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kapolseķ Siantar Selatan dan menerima laporan dari Lurah Kristen perihal patahnya plank Gapura tersebut akibat truk besar yang melintas pada hari Minggu (29/3/2026) lagi.
Sebagaimana upaya Camat langsung meninjau lokasi Gapura lalu meneruskan laporan kejadian kepada pimpinan dan OPD terkait.
“Kita tetap respon segala sesuatu permasalahan di masyarakat untuk selanjutnya dilaporkan ke pimpinan melalui OPD terkait. Yang punya peralatan dan sarana memadai adalah mereka (OPD),” Kata Henry singkat.
Sesuai pemberitaan, sebelumnya, Gapura bertuliskan Selamat datang di Kelurahan Kristen tersebtu amburk akibat disenggol bagian belakang sebelah kiri Truk Fuso BK 8605 DZ muata pupuk dikemudikan Daryono (64) saat hendak dilintasi pada Senin (30/3/2026) pagi sekira pukul 10.00 Wib.
Selanjutnya gapura tersebut menimpa kaki sebelah kiri pengendara sepedamotor Honda Vario 150 BK 4589 HE Ipan Hutahuruk (40) yang melaju dibelakang truk fuso tersebut. Akibt kejadian tersebut kaki sebelah kiri Ipan Hutahuruk koyak dan diduga patah lalu dibawa ke RS Tentara Kota Pematangsiantar.
Hingg saat ini kejadian tersebut sedang ditangani pihak Unit Gakkum Sat Lantas Polres Pematangsiantar dengan sudah mengamankan barang bukti kedua kendaraan tersebut. (Fred)






