SIMALUNGUN II
Reaksi cepat ditunjukkan Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung SH yang sigap tengah malam pimpin langsung evakuasi pohon tumbang menutup badan jalan di kawasan Bukit Kembar, Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, pada Senin malam (30/3/2026) malam sekira pukul 21.45 Wib.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awalnya masyarakat melaporkan adanya dua buah pohon tumbang telah menghalangi badan jalan umum yang menghubungkan Kota Pematangsiantar menuju Tanah Jawa. Kondisi ini berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di malam hari serta menimbulkan kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, S.H sikap pimpin langsung keTempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian Kapolsek koordinasi dengan instansi terkait guna mengambil tindakan pertama di TKP. Langkah prioritas yang dilakukan adalah pengaturan arus lalu lintas agar kendaraan yang melintas dapat diarahkan dengan aman, sekaligus mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di sekitar lokasi pohon tumbang.
Selanjutnya Kapolsek ikut melakukan evakuasi dengan memotong dan membersihkan batang pohon yang menutup badan jalan menggunakan alat berupa gergaji mesin (sinsau). Semangat gotong royong pun terlihat nyata di lokasi kejadian, di mana personil Polsek Tanah Jawa bahu-membahu bersama pihak Kecamatan Tanah Jawa serta warga masyarakat yang berada di sekitar TKP untuk mempercepat proses pembersihan.
Pada Selasa (31/3/2026) dini hari sekira pukul 00.30 WIB seluruh batang pohon yang menutup badan jalan berhasil dipotong dan dibersihkan. Arus lalu lintas di jalur Pematang Siantar–Tanah Jawa pun kembali berjalan lancar dan terkendali.
“Berkat kerja sama semua pihak, arus lalu lintas sudah kembali normal. Ini adalah bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat,” ungkap AKP Verry Purba.
Penanganan cepat dan profesional yang ditunjukkan Polsek Tanah Jawa ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. “Kejadian ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar tugas penegakan hukum, melainkan juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di setiap situasi — termasuk saat bencana datang di tengah gelapnya malam,” Pungkas Kapolsek. (Fred)






