PEMATANGSIANTAR II
Seorang lanjut usia (Lansia) umur 60 tahun inisial YT ditemukan meninggal gantung diri dirumahnya yang terletak di Jalan Wahidin Gang Naga Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar, pada Rabu (3/6/2026) siang sekira pukul 13.30 Wib.
Informasi dihimpun, awalnya pada Rabu (3/6/2025) siang sekira pukul 13.30 wib Saksi WK dan K mendatangi rumah korban untuk membongkar Mesin AC milik korban. Sesampainya dirumah korban, kedua saksi tersebut masuk ke dalam rumah dan hendak menuju lantai 2 untuk membuka Mesin AC yang berada di lantai 2.
Namun saat itu kedua saksi terkejut melihat korban yang berpakaian kaos dalam warna putih dan celana pendek warna hitam tergantung di dapur tepat di bawah tangga menuju lantai 2. Lalu saksi memberitahukan kepada tetangga dan melaporkan ke Polsek Siantar Utara tentang kejadian tersebut.
Selanjutnya Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH langsung pimpin pengecekan ke TKP dan menghubungi Inafis Sat Reskrim Polres Pematangsiantar. Setiba dirumah tersebut Kapolsek menemukan korban menggunakan Kaos dalam warna putih dan celana pendek warna hitam tergantung dengan leher terikat tali plastik warna hitam dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Lalu personil Polsek Siantar Utara bersama petugas BPBD Kota Pematangsiantar menurunkan korban dengan memotong tali sepatu tersebut disaksikan Lurah, Para Saksi dan keluarga.
Adik kandung korban, YH (57) mewakili keluarga membuat surat pernyataan bermaterai agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenajah korban karena keluarga sudah menerima ikhlas dengan meninggalnya korban tersebut.
Adanya surat pernyataan permintan keluarga tersebut Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH menyerahkan jenajah korban kemudian korban membawa jenajah korban disemayamkan di Yayasan Keluarga Sosial (YKS) Jalan Cipto Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar.
Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH dikonfirmasi pada malam harinya membenarkan korban ditemukan meninggal gantung diri dan hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuh korban.
“Jenajah korban sudah diserahkan kepada keluarga karena keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi,” Kata AKP Jahrona. (JX)






