MEDAN II
Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri, turut mendampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam kegiatan Gotong Royong Massal dan Sapa Warga yang digelar di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/7/26).
Kehadiran Saipul Bahri sebagai wakil rakyat dari Dapil II meliputi meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan, Saipul Bahri sebagai bentuk komitmennya dalam mengawal langsung aspirasi masyarakat.
Politisi NasDem tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari gotong royong hingga sesi dialog antara Wali Kota dengan warga.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat itu melakukan dialog dan mendengarkan keluhan warga soal banjir di kawasan kompleks BTN di Medan Labuhan.
Rico Waas berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir kronis yang kerap merendam kawasan kompleks BTN di Medan Labuhan.
Menurutnya perbaikan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Oleh karena itu Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) diminta untuk segera mematangkan cetak biru pembenahan infrastruktur dalam skala besar.
Dalam pertemuan itu selain penanganan banjir dan perbaikan jalan rusak, Rico Waas juga menanggapi keluhan warga terkait LPJU mati yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya tindakan kriminal seperti begal.
Langkah yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Waas itu dinilai oleh Saipul Bahri sebagai langkah yang tepat.
“Kita sangat apreasi langkah yang dilakukan oleh saudara Wali Kota Medan dengan membuka ruag dialog langsung kepada warga.Karena langkah ini sangat tepat apa yang menjadi keluhan langsung direspon dan ditindak lanjuti saat itu, tidak harus menunggu lama,” katanya.
Ia mengatakan dengan adanya program sapa warga dengan turut menghadirkan pihak legislatif, maka berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat terselesaikan.
“Sapa Warga ini kita sangat baik apalagi dengan kehadirankami sebagai pihak legislatif.Karena sinergi Pemerintah Kota ( Pemko) Medan dan DPRD sangat penting. Apa yang menjadi keluhan warga kepada kami bisa kami sampaikan juga secara langsung kepada Pemko Medan dalam hal ini saudara Wali Kota Medan. Jadi warga memahami kinerja dari pihak legislatif bahwa seluruh keputusan itu berada di Pemko Medan,” pungkasnya. (ROM)






