MEDAN II
Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan H.Iswanda Ramli SE menegaskan, Pancasila bukan hanya sebatas ideologi formal negara, tetapi juga cermin jati diri bangsa Indonesia.
Hal ini Iswanda Ramli saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Garuda Gang Langgar Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (12/7/2026).
Untuk membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan membacakan teks Pancasila.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan yang akrab disapa Nanda ini mengajak konstituennya untuk terus memperat persatuan, menghargai perbedaan, membangun Indonesia, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Dikatakan Nanda Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan hukum dasar tertulis yang menjadi konstitusi negara, mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan hak-hak warga negara
Sedangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bentuk negara Indonesia sebagai negara kesatuan yang tidak terpecah belah, berdasarkan wilayah dan kedaulatan rakyat.
Sementara Bhineka Tunggal Ika semboyan yang berarti, “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” menekankan persatuan ditengah keragaman suku, agama, ras dan golongan.
“Ke empar pilar inilah yang mempersatukan bangsa dan menjadi pedoman dalam menjaga keutuhan serta kemajuan negara Indonesia,”ucap Nanda.
Ia pun mengajak konstituennya menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan.
Sebab tujuan utama empat pilar kebangsaan ini adalah menumbuhkan rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila, serta rela berkorban untuk negara.
Sejarah merupakan cermin dari identitas bangsa. “Melalui pemahaman yang mendalam tentang sejarah bangsa, kita dapat mengenal akar-akar perjuangan,”katanya.
Ditambahkannya, sejarah adalah kisah tentang perjuangan penderitaan dan kebangkitan yang telah membentuk karakter bangsa.
Budaya adalah salah satu elemen yang paling kuat dalam membentuk wawasan kebangsaan.
Budaya mencakup bahasa, adat istiadat, seni dan nilai-nilai yang diwariskan generasi sebelumnya.
“Memahami dan melestarikan budaya adalah cara menghargai kekayaan warisan yang kita miliki sebagai anak bangsa,”imbuh Nanda.
Untuk itu Sekretaris Komisi 2 DPRD Medan berpesan khususnya kepada para generasi muda agar memahami dan melestarikan budaya sebagaimana yang diwariskan generasi sebelumnya.
“Sebab Pancasila telah mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan,”ucapnya.
Sedangkan, Kasi Trantib Kecamatan Medan Sunggal Suryadi menyambut baik digelarnya pembinaan dan wawasan kebangsaan oleh anggota DPRD Medan fraksi Partai Demokrat ini.
“Atas nama pemerintahan kecamatan Medan Sunggal saya mendukung penuh digelarnya pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan oleh anggota DPRD Medan Bapak H.Iswanda Ramli SE, ini,” katanya.
Sebab katanya hari ini persoalan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sudah mulai terkikis terutama di kalangan generasi muda.
“Mungkin hal ini karena kemajuan teknologi seperti media sosial (Medsos), meskipun ada manfaatnya, namun di sisi lain telah menimbul berbagai persoalan seperti penyebaran hoaks, dan lainya .
Untuk itu diharapkan gelar pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua,”imbuhnya.
Diakhir acara Iswanda Ramli menggelar kuis tentang empat pilar kebangsaan kepada masyarakat yang hadir sehingga mendapat antusias warga. (ROM)






