MEDAN II
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban ledakan di perumahan elite bernomor 3 B Kompleks Grand Polonia, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
Memasuki hari kedua operasi, Selasa (21/7) pada pukul 15.30 Wib, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia di bawah material reruntuhan.
Dimana, jenazah ditemukan di lantai dua serta dievakuasi dengan mengunakan mobil ladder milik Dinas Pemadam Kebakaran.
Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih dalam tahap verifikasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika mengatakan pencarian sendiri dilakukan dengan membagi empat tim atau Search and Rescue Unit (SRU).
Ia mengatakan pada tahap tim satu
melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian.
Dan tim kedua melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode pada area yang lebih luas disertai identifikasi potensi bahaya serta pengembangan sektor pencarian.
Dan tim ketiga melakukan pencarian cepat menggunakan metode fokus pada struktur bangunan yang diperkirakan masih terdapat korban menggunakan peralatan ekstrikasi.
Sementara itu, tim empat melakukan proses evakuasi material reruntuhan dengan dukungan alat berat berupa crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, serta alat pemotong besi untuk membuka akses menuju titik-titik yang diduga terdapat korban.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 15.40 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu orang korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia di bawah material reruntuhan. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk proses identifikasi oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih dalam tahap verifikasi.
Berdasarkan data sementara, dari total tujuh orang korban dalam kejadian tersebut, empat orang berhasil selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Adapun korban selamat terdiri dari:
– Jeavelin ( 2 thn) perempuan
-Hasan / Laki -laki
-Seorang Supir
-Kurir
Untuk korban meninggal dunia yang pertama ditemukan, yakni ; Jesika (36).
” Jadi seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara terpadu dengan membagi sektor pencarian serta memanfaatkan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi untuk mempercepat proses pencarian korban ,” katanya.
Dikatakannya bahwa Medan operasi memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyak material bangunan yang tidak stabil, sehingga setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tetap menjamin keselamatan personel sekaligus memaksimalkan peluang menemukan korban.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan menemukan satu korban pada hari kedua merupakan hasil kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai.
“Saat ini fokus kami adalah menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan akan terus melanjutkan proses pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” pungkasnya.
Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan satu jenazah di reruntuhan bangunan pada pukul 02.30 Wib. (ROM)






