MEDAN II
Ledakan dahsyat di kawasan perumahan elite Kompleks Grand Polonia, Medan, Senin (20/7/2026) kemarin.
Dimana, ledakan berawal dari rumah nomor B3 hingg menyebabkan bangunan dua rumah tingkat tersebut rubuh.
Namun, dibalik perstiwa yang menelan tercatat 6 orang yang menjadi korban terdapat perbedaan pendapat.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan berdasarkan investigasi awal ledakan diduga disebabkan adanya kebocoran pipa gas tanam yang berada di dalam rumah.
“Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan sumber ledakan karena kebocoran pipa gas tanam itu berasal dari dalam rumah nomor 3B hingga menyebabkan sejumlah rumah warga lainnya ikut terdampak akibat terkena serpihan.
Namun, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk melalui Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, menerangkan hasil deteksi gas yang dilakukan disaksikan pihak eksternal berwenang di lokasi atau rumah yang menjadi sumber ledakan menunjukkan angka 0 PPM atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi).
“Saat tim PGN telah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian,” katanya dalam siaran medianya, Selasa (21/7).
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan aparat dan pihak berwenang setempat guna memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik dan memantau perkembangan situasi serta akan memberikan pembaruan informasi,” pungkasnya. (ROM)






