MEDAN II
Pemerintah Kota (Pemko) Medan tak hanya mengandalkan program Bus Rapid Transit (BRT) untuk mengurai kemacetan. Sebagai pendukung transportasi massal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan juga merencanakan pengadaan angkutan feeder atau angkutan pengumpan.
Angkutan feeder nantinya berfungsi sebagai penghubung yang mengangkut penumpang dari lingkungan permukiman menuju halte-halte BRT.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, memaparkan rencana tersebut saat rapat triwulan II bersama Komisi 4 DPRD Medan di Gedung DPRD Medan.
Untuk mendukung operasional BRT, Dishub Medan telah menyiapkan program angkutan feeder yang direncanakan bekerja sama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda).
“Untuk mendukung program BRT, kita rencanakan akan menyiapkan angkutan feeder sebanyak 430 unit di 17 koridor untuk tahap awal,” terang Idris dalam rapat bersama Komisi 4 DPRD Medan.
Namun, rencana pengadaan ratusan angkutan feeder tersebut mendapat perhatian dari anggota Komisi 4 DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution.
Kepada wartawan, Rabu (2/9/2026), Edwin meminta Dishub Medan melakukan kajian yang lebih matang sebelum merealisasikan pengadaan 430 unit angkutan feeder.
Menurut Edwin, kehadiran angkutan feeder berpotensi memberikan dampak terhadap pendapatan angkutan umum yang selama ini sudah beroperasi di Kota Medan.
“Dengan kehadiran bus listrik saat ini saja berdampak menurunnya jumlah penumpang angkutan umum, apalagi nantinya tambah lagi angkutan feeder,” ungkap Edwin.
Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Medan itu menekankan pentingnya koordinasi secara matang antara Dishub Medan dengan Organda.
Edwin mengingatkan agar program transportasi massal yang sedang dirancang Pemko Medan tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi para pelaku usaha angkutan umum.
Meski demikian, Edwin menilai kehadiran angkutan feeder juga dapat menjadi peluang bagi pemilik angkutan umum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah, Organda dan pemilik angkutan umum perlu membangun pola kerja sama yang saling menguntungkan.
“Tentu dapat membuat kerja sama antara pemilik, Organda dan pemerintah yang pasti saling menguntungkan. Kita berharap pihak Organda jangan sampai ditinggalkan terkait program ini,” pungkasnya. (ROM)






