MEDAN II
Anggota DPRD Kota Medan Margaret MS meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) serius menangani persoalan banjir dan kerusakan infrastruktur di kawasan Blok 9 Griya Martubung 1, Lingkungan XXI, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.
Desakan tersebut disampaikan Margaret menyusul keluhan masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi persoalan drainase tidak berfungsi optimal serta kondisi badan jalan yang rusak dan dipenuhi lubang.
Kerusakan jalan dinilai telah mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Kondisi semakin parah ketika hujan turun, karena kawasan tersebut turut dilanda banjir akibat sistem drainase yang tidak terkoneksi dengan baik.
“Beberapa penyebab banjir memang harus segera dibenahi. Salah satunya saluran drainase yang tidak terkoneksi dengan baik. Ada penghubung drainase satu dengan lainnya yang terlalu rendah sehingga aliran air tidak mengalir sempurna,” ujar Margaret kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai pengaktifan pompa air yang ada di kawasan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi genangan.
Selain itu, Margaret politisi dari Dapil 2 meliputi ; Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan
meminta dilakukan pembersihan secara rutin terhadap saluran air. Menurutnya, keberadaan eceng gondok di parit Belanda juga harus menjadi perhatian karena dapat menghambat aliran air.
“Pompa air yang ada perlu diaktifkan dan dilakukan pemeliharaan secara rutin. Parit Belanda juga harus tetap dibersihkan agar eceng gondok tidak memenuhi parit dan menghambat aliran air,” tegasnya.
Margaret mengatakan, persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung oleh delegasi tokoh masyarakat Blok 9, khususnya warga Lingkungan XXI Kelurahan Besar.
Para tokoh masyarakat dari unsur pengurus BKM masjid maupun pengurus STM Kristen Marturia menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait banjir, buruknya sistem drainase dan kerusakan badan jalan.
Masyarakat kemudian mempercayakan kepada Margaret untuk memfasilitasi dan mendorong percepatan penanganan persoalan tersebut kepada Pemko Medan.
“Sebagai wakil rakyat, amanah itu saya terima. Selanjutnya saya minta Pemko Medan melalui SDABMBK memprioritaskan perbaikan,” kata Margaret.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti sebatas laporan maupun usulan. Karena itu, dirinya akan terus mendorong agar persoalan infrastruktur di kawasan tersebut mendapat perhatian dan penanganan nyata.
Margaret juga meminta dukungan serta masukan masyarakat agar setiap usulan yang telah disampaikan dapat direalisasikan dengan cepat dan tepat sasaran.
Ia berharap Wali Kota Medan Rico Waas tetap fokus melakukan pembenahan infrastruktur di kawasan Medan Utara, sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan sebelumnya.
“Anggaran Dinas SDABMBK 30 persen diarahkan ke Medan Utara. Kita harapkan hal itu terealisasi guna perbaikan infrastruktur yang saat ini sudah kupak-kapik,” harapnya.
Dalam pertemuan dengan Margaret, sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan aspirasi, di antaranya St. R.E. Hutasoit/Br. Panjaitan dan A. Pardosi/Br. Panggabean selaku penasihat STM, R. Nainggolan/Br. Sitompul selaku Ketua STM Marturia Blok 9, M. Panjaitan/Br. Sihombing, serta J. Simanjuntak/Br. Pardosi.
Dari unsur masyarakat Muslim turut hadir Salam, Haji Hasugian selaku Ketua BKM Masjid Al Hussein Blok 9, serta Mucsin selaku Kepling XXI Kelurahan Besar.
Keseluruhan delegasi berharap Margaret dapat terus mengawal dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat, khususnya percepatan penanganan banjir, pembenahan drainase serta perbaikan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga Blok 9 Griya Martubung 1. (ROM)






