MEDAN II
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut dinilai penting untuk mengingatkan generasi muda agar tetap memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya perkembangan teknologi.
Hal itu disampaikan Tokoh Muda Sumatera Utara ( Sumut) Tumpal Utrecht Napitupulu SH, MH kepada wartawan, Kamis (1/10/2029) memaknai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Ia mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan Pancasila serta menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari kita jadikan momentum 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila agar tidak dilupakan generasi muda di tengah perkembangan teknologi. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan Pancasila serta menjaga persatuan NKRI. Jangan sampai dilupakan di tengah perkembangan teknologi yang begitu deras,” kata Tumpal.
Menurut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Medan Bidang Pemenangan Pemilu, bagi generasi muda, Pancasila bukan sekadar bagian dari sejarah yang harus dihafalkan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai Pancasila, kata Tumpal, telah teruji dalam menghadapi berbagai tantangan terhadap persatuan bangsa.
Ia menilai perkembangan media sosial ( medsos), serta potensi lunturnya rasa nasionalisme menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan memperkuat jati diri sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
Tumpal mengajak generasi muda mengimplementasikan nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan sederhana di tengah masyarakat, seperti bergotong royong, saling menghormati, membantu warga yang membutuhkan, menjaga ketertiban, serta menolak berbagai paham yang berpotensi memecah persatuan.
“Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya mengenang satu sejarah. Ada momentum penting tentang bagaimana para Pahlawan Revolusi Indonesia yang rela gugur mempertahankan ideologi dan persatuan bangsa. Ini jangan sampai dilupakan, khususnya oleh generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan terhadap persatuan bangsa saat ini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa lalu. Jika dahulu ancaman ideologi banyak muncul melalui pergolakan politik, saat ini perkembangan teknologi dan media sosial juga dapat menjadi ruang munculnya konflik sosial.
Menurut Tumpal, penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, intoleransi, hingga provokasi melalui teknologi dapat memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.
“Berbagai ancaman nyata bisa datang melalui pengaruh teknologi. Karena itu, jangan mudah diadu domba. Mari kita pegang terus makna Pancasila yang harus selalu diingat,” katanya.
Tumpal berharap generasi muda tidak kehilangan pemahaman terhadap sejarah dan nilai-nilai Pancasila akibat derasnya arus teknologi. Menurutnya, penguatan nilai Pancasila menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan cita-cita generasi emas Indonesia.
Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, tak lupa Tumpal juga mengimbau masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga keamanan, kerukunan dan persatuan.
“Jangan lupakan Pancasila. Kami berharap kepada seluruh warga Kota Medan agar jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan. Mari kita tanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan implementasikan sejak dini, mulai dari rumah, lingkungan dan sekolah,” pungkasnya. (ROM)






