SIANTAR
Selain Pencurfian Sepedamotor (Curanmor), aksi penjambretan kembali terjadi di Kota Siantar. Kali ini, Hari Kamis (18/6/2020) siang sekira pukul 11.30 Wib tas milik R Boru Tondang (50) salah satu guru STM HKBP dijambret dua orang tak dikenal (OTK) didepan Halte Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat.
Pagi itu korban baru dari Bank Sumut tepat diseberang Halte mengambil uang yang ditranfer anak nya sebesar Rp2,5 juta untuk digunakannya membeli tiket untuk berangkat menemui anaknya di Kota Jakarta. Setelah mengambil uang itu, korban pun menunggu mopen didepan Halte tersebut.
Namun saat berdiri diri dipinggir jalan, tiba tiba tas milik korban diketahui warga Panomean, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun itu dijambet dua pelaku yang datang berboncengan mengendar5ai sepedamotor dari arah Lapangan Merdeka. Korban berteriak Jambet tetapi warga yang mengejar tidak berhasil menangkap kedua pelaku karena berhasil melarikan diri.
Korban langsung mendatangi Mako Polsek Siantar Barat untuk membuat Laporan Pengaduan karena akibat kejadian itu korban kehilangan uang Rp2,5 juta, ATM dan surat surat penting lainnya. Hanya saja ketepatan kondisi mati lampu dan ingin melakukan pemblokiran rekening,korban menunda membuat laporan pengaduannya tersebut.
“Benar tadi korban sudah sempat datang membuat laporan pengaduan tapi korban menunda nya karena mau memblokir rekening nya di Bank agar tak dikuras. Mungkin besok baru datang ibu itu buat laporan pengaduannya,”ujar Kapolsek Siantar Barat IPTU Esron Siahaan,SH melalui Kanit Reskrim IPDA Jhon Purba, SH dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp (WA).
Jhon menambahkan selain mengalami kerugian material korban juga mengalami luka lecet dibagian kaki nya karena sempat tarik tarikan dengan pelaku saat mempertahankan tas nya tersebut. “Kaki korban lecet karena korban sempat tarik tarikan dengan pelaku tapi tali tas korban putus sehingga berhasil dibawa kabur kedua pelaku,”kata Jhon Purba mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






