PEMATANGSIANTAR II
Seorang wanita tanpa idenitas (Mr X) tewas mengenaskan ditabrak kereta api Pertamina di lintasan penyeberangan KM 46+600 antara Jalan Mujahir dan Jalan Tongkol Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Kamis (22/1/2026) sore sekira pukul 17.15.Wib.
Informasi dihimpun, kejadia tersebut pertama sekali diketahui saksi Hardiansyah (35) penjaga palang depan Brimob. Dimana saat itu saksi Hadi Purnomo melihat wanita berkaos warna hitam dan celana pendek putih tersebut berjalan dipinggir rel.
Setiba di lintasan penyebarang Jalan Mujahir dan Jalan Tongkol (TKP) tiba tiba wanita tersebut ditabrak kereta api pertamina muatan kosong yang melaju dari arah Kota Pematangsiantar menuju Kota Medan.
Melihat itu saksi Hardiansyah langsung melaporkan kejadian kepada saksi Hadi Purnomo selaku security. Tidak berapa lama saksi Hadi Purnomo dari stasiun Kereta Api Kota Pematangsiantar langsung mendatangi TKP untuk pengamanan jalur dan menemukan korban di samping rel dalam keadaan masih hidup.
Personil piket Polsek Siantar Timur bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Pematangsiantar juga datang ke TKP lalu korban masih bernafas kondisi kritis dibawa menggunakan ambulans PCS 119 ke RSUD dr Djasamen Saragih Jalan Sutomo.
Namun saat diruangan IGD, Tenaga Kesehatan (Nakes) mengatakan tidak dapat memberikan pertolongan karena tidak adanya alat medias sehingga wanita tersebut pun dibawa ke RS Vita Insani Jalan Merdeka.
Kemudian Tim Inafis Sat Reskrim melakukan sidik jari dan scan wajah wanita tersebut, akan tetapi sama sekali tidak terdeteksi identitasnya. Pada malam harinya sekira pukul 20.30 Wib wanita tersebut tewas. Lalu pihak RS Vita Insani membawa jenajah wanita tersebut pihak RS Vita Insani ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih karena di RS Vita Insani tidak memiliki tempat penyimpanan jenajah.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun Polisi khusus kereta api (Poluska).
Jenajah wanita tersebut sudah di ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar dengan kondisi mengenaskan yakni luka robek di kepala, kaki kanan, kaki kiri, perut kanan bawah dan kiri bawah kemudian kedua kaki dan tangan kanan patah. (Fred)





