MEDAN II
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Hotel JW Marriott Medan, Minggu (1/2/2026), diwarnai insiden kericuhan.
Peristiwa itu terjadi saat sejumlah massa berupaya masuk ke arena Musda. Namun, dilarang dan dihadang untuk masuk.
Hingga diluar area hotel puluhan massa memakai kaos Golkar, saling kejar. Mereka membawa kayu dan hampir terlibat bentrok dengan massa lainnya.
Imbasnya kawasan Jalan Putri Hijau, Medan jadi area saling serang hingga meluas ke kawasan area lainya, serta menyebabkan ruas jalan macet total.
Tak hanya itu, massa juga melepaskan petasan yang diarahkan ke area kawasan hotel.
Sekretaris SC Musda Golkar Sumut, Muhammad Asril membenarkan bahwa keributan itu, dipicu sejumlah orang tersebut, dilarang masuk ke dalam arena musda itu.
“Kalau sudah masuk tahapan sidang dan paripurna, itu kan yang di luar peserta dan peninjauan kita minta menyesuaikan diri. Dan di dalam forum ada yang bukan peserta,” ungkap Asril kepada wartawan.
Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan penjelasan, yang bisa masuk ke dalam arena Musda, hanya memiliki undangan khusus. Tapi, situasi berhasil dikendalikan dan kondusif ditenangkan petugas kepolisian.
“Kita tadi sudah mengimbau, dan ada juga instruksi untuk tetap menjaga kondusifitas berjalannya Musda kali ini. Kita harus jaga kekompakan dan soliditas,” kata Asril.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily, resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Sumatera Utara.
Ia saat itu menyampaikan permohonan maaf Ketua Umum dan Sekjen DPP Golkar yang berhalangan hadir.
“Atas nama Ketua Umum dan Sekjen, saya menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir pada pembukaan Musda ini,” katanya.
Ia menekankan bahwa Musda harus menjadi ruang dialektika yang sehat untuk menyatukan gagasan demi membesarkan partai.
“Kita boleh berdebat dan berbeda pandangan, tetapi tujuan utamanya adalah membesarkan Golkar,” katanya.
Dikatakan, TB Ace bahwa.Sumatera Utara sebagai salah satu lumbung utama kemenangan Golkar secara nasional.
“Sumatera Utara adalah salah satu kekuatan utama Golkar pasca reformasi yang selalu kita jaga kemenangannya ,” katanya.
Ia mengapresiasi capaian Golkar Sumut pada Pemilu 2019 dan 2024.
“Pada 2019 kita mendapat empat kursi DPR RI, dan pada 2024 terjadi peningkatan signifikan. Ini kerja keras kader-kader Golkar Sumut,” ujarnya.
TB Ace juga mengingatkan untuk peluang Pemilu 2029 yang menegaskan Golkar tidak boleh stagnan.
“Kalau hari ini kita punya delapan kursi DPR RI, targetnya harus bertambah. Di DPRD Sumut dari 22 kursi minimal harus naik menjadi 24,” ucapnya. (ROM)





