MEDAN II
Wali Kota Medan Rico Waas melantik jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan masa jabatan 2026-2030, Senin (5/1/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Rico Waas meminta adanya pembenahan dan modernisasi perusahaan daerah yang ada di Medan.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi awal semangat baru bagi perusahaan daerah agar mampu dikelola secara profesional, modern, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Medan,” ucap Walikota Medan.
Sejumlah direksi yang dilantik antara lain Anggia Ramadhan sebagai Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Agus Syahputra sebagai Direktur Operasional, Bobby Zulkarnain sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan, serta Rudiansyah sebagai Direktur Pengembangan dan SDM PUD Pasar Kota Medan.
Terkait dengan PUD Pasar, Rico Waas menegaskan bahwa PUD Pasar menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dibenahi.
Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi pasar tradisional di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola belanja masyarakat.
“Banyak keluhan pasar sepi dan fasilitas kurang. Di masa sekarang, teknologi menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi pasar tradisional. Bagaimana caranya pasar kita tetap diminati di tengah perkembangan teknologi ini,” kata Rico Waas.
Ia berharap dengan komposisi direksi yang baru, PUD Pasar Kota Medan mampu melakukan modernisasi pasar, meningkatkan fasilitas, serta mengakomodir generasi muda yang berminat berdagang.
“Perusahaan daerah harus melesat, sehat, dan mampu menghasilkan profit serta keuntungan,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota juga melantik Karya Septianus Bate’e sebagai Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan, Surya Kurniawan sebagai Direktur Operasional, Endang Junaidi sebagai Direktur Umum dan Keuangan/SDM, serta Wendy Meilanda sebagai Direktur Pengembangan PUD Pembangunan Kota Medan.
Untuk PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Rico Waas melantik Irwansyah Gultom sebagai Direktur Utama, Jadi Pane sebagai Direktur Operasional, Ardiansyah sebagai Direktur Umum dan Keuangan, serta Rosmidawati sebagai Direktur Pengembangan.
Terkait PUD Pembangunan Kota Medan, Rico Waas menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah.
Menurutnya, aset yang dimiliki tidak boleh dibiarkan terbengkalai tanpa nilai manfaat. “Aset yang kita miliki harus dimaksimalkan. Jangan sampai aset daerah justru menjadi beban,” katanya.
Sementara itu, kepada jajaran direksi PUD Rumah Potong Hewan, Wali Kota mengingatkan bahwa sektor ini memiliki tantangan yang tinggi dan berat.
Ia meminta direksi yang baru dilantik memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan kinerja RPH.
“Rumah Potong Hewan jangan sampai menjadi perusahaan yang sakit. Bapak Ibu tentu sudah memahami tantangannya dan harus punya strategi yang jitu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga mengingatkan seluruh direksi agar bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi hukum.
“Jangan coba-coba bermain hukum,” tegasnya.
Pelantikan ditandai dengan penyerahan keputusan secara simbolis serta pengambilan sumpah dan janji jabatan. Wali Kota berharap para direksi yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan niat baik, integritas, dan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan soal status jabatan atau posisi, tetapi pengabdian untuk Kota Medan. Perusahaan daerah adalah ruang bisnis dan ruang usaha bagi Medan. Dengan kepemimpinan baru ini, saya berharap muncul warna dan semangat baru di awal tahun,” pungkasnya. (ROM)





