PEMATANGSIANTAR II
Pemuda umur 21 tahun, inisial AP warga Desa Silulu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun tewas ditikam Orang Tak Dikenal (OTK) di salah satu cafe Jalan Kartini Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsianțar, Jumat (16/1/2026) dini hari sekira pukul 03.37 Wib.
Menurut keterangan saksi DAD (19) salah satu teman korban ditemui di ruangan Jenajah RS Vita Insani mengatakan awalnya pada hari Kamis (15/1/2025) malam sekira pukul 23.30 Wib Ia bersama korban dan tiga teman lainnya sudah minum di cafe tersebut.
Selang beberapa jam tepatnya pada Jumat (16/1/2025) dini hari sekira pukul 03.37 Wib Ia melihat belasan pemuda tak dikenal yang seminggu sebelumnya pernah memalak mereka di Tambun Bunga / Lapangan Merdeka Kota Pematangsianțar juga sedang minum di cafe tersebut tepatnya di bagian belakang meja mereka.
Kemudian diberitahukannya kepada seorang temannya sehingga temannya itu mendatangi meja pelaku dikenal inisial DS dan membawa ke meja mereka untuk menyelesaikan permasalahan pemalakan mereka.
Saat it pelaku dan teman temannya ikut mendatangi meja mereka. Saat pertemuan itu mereka sempat cekcok mulut dan korban mengatakan, “kalau untuk berkelahi diluar saja Lae,”. Perkataan korban itu diduga membuat pelaku dan teman temannya tersinggung dan langsung mengkeroyok korban.
Parahnya lagi pelaku nekat menikamkan sebilah pisau kebagian dada sebelah kiri korban sehingga korban terkapar bersimbakan darah dilantai cafe tersebut. Lalu korban saat itu masih bernyawa langsung mereka bawa ke Rumah Sakit (RS) Vita Insani Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar.
Namun setiba diruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) korban sudah tewas sehingga jenajah korban dievakuasi keruangan jenajah dibagian belakang rumah sakit tersebut.
“Seminggu sebelumnya kami pernah dipalak pelaku itu dan beberapa temannya di Taman Bunga. Ketepatan baru pulang minum di cafe itu kami tidak ada uang dan rokok. Begitupun kami berikan uang Rp6000. Aku tidak lihat dari mana pisau itu diambil pelaku karena saat itu ramai sekali pelaku dan teman temannya. Ada Sekitar 15 orang itu. Tiba tiba korban terkapar dan berdarah karena dada kirinya kenak tikam,” jelasnya.
Saksi DAD warga Juta III, Desa Bandar Malela, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun menambahkan korban orangnya sosok bela kawan.
“Kalau ada kawan bermasalah selalu mau membantu,”Pungkas DD.
Sementara informasi lain dihimpun, setelah menerima laporan masyarakat, Kasat Reskrim AKP Sandi Riz Akbar S.Tr.K. S.I.K. M.H bersama Kapolseķ Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho SH. MH pimpin olah TKP di cafe Jalan Kartini tersebut kemudian memasang tanda larangan polisi atau Police Line di cafe tersebut.
Pagi harinya sekira pukul 09.00 Wib ibu kandung korban inisial S membuat laporan pengaduan ke ruangan SPKT Polres Pematangsianțar dengan Laporan Polisi (LP) No. LP/B/33/I/2026/SPKT Polres Pematangsiantar/Polda Sumatera Utara sehingga jenajah korban dibawa autopsi ke RS Bhayangkari Kota Tebing Tinggi.
Hingga berita ini terbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pematangsiantar karena masih melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku.
Selesai autopsi, jenajah korban direncanakan dikuburkan dikampung ibu sambung korban di Kota Tebing Tinggi. Korban merupakan anak sulung dari dua bersaudara. (Fred)





