PEMATANGSIANTAR II
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi bersama Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH diwakili Wakapolres Kompol Budiono Saputro SH MH memimpin Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan yang diikuti instansi terkait. Rapat tentang Analisis dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Operasi Lilin Toba-2025 dan Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat Toba 2026 di Kota Pematangsiantar, berlangsung di Ruang Rupatama Mapolres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Rabu (14/01/2026).
Pada kesempatan tersebut, dibahas pengoptimalan pemfungsian Terminal Tipe A Tanjung Pinggir oleh Junaedi, Kompol Budiono, dan mewakili UPT Terminal Tanjung Pinggir. Disepakati, akan kembali digelar pertemuan dengan PO Bus AKAP dan AKDP se-Kota Pematangsiantar bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemrov Sumut) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Junaedi menyampaikan, untuk membantu kinerja lalu lintas, akan diupayakan pembatas jalan dan pengaspalan hotmix ring road sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Rambu-rambu juga akan kita sesuaikan dengan kebutuhan agar lalu lintas padat di Kota Pematangsiantar dapat teratasi dan kondusif. Diupayakan barikade dari Pasar Horas agar dipindahkan ke ringroad oleh Dinas Perhubungan. Rambu-rambu yang kurang di ring road agar diupayakan ditambah. Juga rekayasa lalu lintas mulai Jalan Parapat harus dari perizinan nasional,” terang Junaedi.
“Kami upayakan realisasi sesudah bulan Januari. Direncanakan pengerjaaan kurang lebih dua minggu. Di ring road akan dilakukan pengaspalan hotmix pada triwulan pertama, dan ring road diperuntukkan untuk dua arah,” sambungnya.
Nantinya, kata Junaedi, juga dibuatkan papan publikasi jadwal keberangkatan angkutan di Terminal Tanjung Pinggir. Juga untuk membedakan bus hanya transit ataupun menaik-turunkan penumpang.
Pada Anev Operasi Lilin Toba 2025, disebutkan terdapat kendala, khususnya pada rekayasa lalu lintas, yaitu ring road yang belum diaspal, sehingga menimbulkan banyak debu. Selain itu, belum ada pembatas jalan dan belum ada penerangan.
Wakapolres Kompol Budiono Saputro mengajukan saran agar dibuat kesepakatan bersama tentang rekayasa lalu lintas di Jalan Parapat, ring road, dan Simpang Dua. Serta sosialisasi ke masyarakat tentang rekayasa lalu lintas yang sudah dilaksanakan.
Ia menyampaikan, rekayasa lalu lintas yang telah dilaksanakan Sat Lantas Polres Pematangsiantar sudah berjalan baik.
“Jalan menuju pusat Kota Pematangsiantar harus ada rambu larangan,” tukasnya, seraya menyarankan agar direncakanan pengaspalan ring road, dan rekayasa lalu lintas untuk penutupan ring road selama dua minggu saat pengerasan jalan.
Terkait rambu petunjuk dari Dishub, katanya, agar dipasang di atas menggunakan tiang permanen sehingga tidak mudah hilang. Ia menyarankan agar menambah rambu-rambu di persimpangan. Serta agar rekayasa lalu lintas dipermanenkan dan disepakati untuk mengurai kemacetan di kawasan Simpang Dua.
“Agar rekayasa lalu lintas dipatenkan permanen secara nasional dan berlaku setiap hari. Pembahasan lanjut mengenai rekayasa ring road agar dibahas kembali seusai Operasi Ketupat Toba 2026. Kami meminta agar diadakan rapat di Pemko Pematangsiantar untuk membahas tindakan tegas mengenai optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir dan membuat surat atas nama Forum Lalu Lintas ke PO angkutan bus yang ada di Pematangsiantar serta ditandatangani wali kota atau kapolres,” sebutnya.
Isinya: menaikan dan menurunkan penumpang wajib di Terminal Tanjung Pinggir, serta dilarang menaikkan dan menurunkan penumpang di pool loket PO masing masing.
Sementara itu, Kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Johannes Sihombing SSTP MSi menyampaikan, Pantauan Lalu Lintas (Pelintas) CCTV dapat diakses selama 24 jam di 50 titik. Selain itu, akan dilakukan sosialisasi secara massal melalui media massa dan media sosial untuk kenyamanan dan kemanaan lalu lintas dan perkembangan terkini lalu lintas.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar Iptu Friska Susanna SH menyampaikan paparannya terkait Anev Operasi Lilin Toba dan Persiapan Operasi Ketupat Tahun 2026.
Ia meminta agar dibuat spanduk imbauan jam one way saat pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.
“Untuk memaksimalkan Terminal Tanjung Pinggir, kami menyarankan agar disiapkan rambu-rambu larangan hingga ke inti kota. Sehingga bus-bus angkutan umum wajib masuk Terminal Tanjung Pinggir. Sesudah masa sosialisasi, agar diberikan tindakan tegas berupa pencabutan izin dan menyurati pengusaha ataupun pemilik bus,” tukasnya.
Berdasarkan pemantauan, lanjutnya, kemacetan di depan Toko Roti Ganda di Jalan Sutomo disebabkan pembeli yang menyeberang jalan dan memarkirkan kendaraan roda dua di trotoar di depan Toko Roti Ganda.
“Sudah diupayakan pemasangan pembatas dengan tali sehingga di sepanjang trotoar tidak dapat parkir,” katanya.
Untuk antisipasi arus mudik dan hari libur, sambungnya, apabila dilaksanakan one way, seluruh kendaraan di Jalan Parapat harus dipastikan benar-benar steril dan tidak ada yang berbelok ke kanan memasuki Jalan Manunggal Karya maupun Jalan Bahkora dengan pertimbangan kecepatan kendaraan.
Sedangkan Kepala Bidang Hubungan Darat (Kabid Hubdar) Dishub Pematangsiantar Agressa Affandi menyampaikan, di simpang sudah dipasang traffic light (lampu lalu lintas) dan rambu lalu lintas di sekitaran ring road.
“Untuk Pengoptimalan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Dishub sudah melayangkan surat ke PO agar melengkapi surat-surat izin trayek,” katanya.
Perwakilan Toko Roti Ganda mengatakan, pihaknya sudah berupaya menambah karyawan, baik satpam maupun pegawai untuk membantu mengarahkan konsumen mengikuti langkah-langkah yang telah dilaksanakan Sat Lantas Polres Pematangsiantar. Pihaknya tidak keberatan apabila dipasang tolo-tolo maupun barikade untuk mengarahkan konsumen tidak memarkirkan kendaraan roda dua di trotoar.
Selanjutnya, untuk mengatasi kemacetan di depan Toko Roti Ganda menjelang dan saat Idul Fitri, Kasat Lantas mengatakan akan meletakkan barrier (pembatas).
Kemudian, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkarmat) Naek Tambunan menyampaikan pihaknya siap membantu penyiraman sepanjang ring road sebanyak empat kali sehari, menunggu diaspal hotmix. Ia juga mengusulkan agar memanfaatkan akses Jalan Manungal Karya dan Jalan Bahkora untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas.
Mewakili UPT Terminal Tanjung Pinggir Bambang menerangkan terminal mulai optimal beroperasi Senin (05/01/2026).
“Fasilitas telah disiapkan di lingkungan terminal, seperti ruang tunggu, musholla, halte-halte, dan pool untuk bus AKDP dan AKAP. Apabila bus masih membandel, agar izinnnya diperiksa dan ditertibkan oleh perizinan dan Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar,” katanya. (*/Fred)





