MEDAN II
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan diminta memberi perhatian khusus terhadap cabang olahraga karate. Salah satu langkah awal yang dinilai penting yakni melakukan inventarisasi Dojo Wadokai di seluruh wilayah Kota Medan sekaligus membina kepengurusan cabang olahraga tersebut.
“Dispora bersama para camat di Kota Medan kita minta supaya menginventarisasi Dojo Wadokai. Ini langkah awal untuk melakukan pembinaan dan perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap Cabor Karate,” ujar Sekretaris Fraksi PAN Perindo DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, usai menerima audiensi Pengurus Cabang (Pengcab) Wadokai Medan di ruang fraksi, Senin (30/3).
Dalam pertemuan itu turut hadir Plt Ketua Pengcab Wadokai Medan Mula Eka Tamba, Sekretaris Edy Darwan, Bendahara Ridha Efrianata, serta Marhaum Tamba. Pengcab Wadokai Medan menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian Dispora terhadap cabang olahraga tersebut.
Binsar menjelaskan, inventarisasi yang dilakukan harus mencakup sarana dan prasarana dojo, termasuk sumber daya manusia (SDM). Pendataan itu dinilai penting agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kita berharap dengan adanya perhatian khusus Dispora Medan terhadap Cabor Karate, maka potensi atlet dapat dikembangkan secara maksimal, pembinaan berjalan lebih terstruktur, dan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional dapat ditingkatkan,” kata Binsar yang merupakan anggota Komisi II DPRD Medan.
Sementara itu, Plt Ketua Pengcab Wadokai Medan Mula Eka Tamba menyebutkan, saat ini dojo Wadokai telah tersebar di seluruh kecamatan di Kota Medan dengan jumlah murid mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, menurutnya, perhatian dari pemerintah melalui Dispora dan KONI Kota Medan masih sangat minim.
“Dojo Wadokai ada di semua kecamatan, tapi ketika ada event olahraga seperti Porkot Medan, atlet dari perguruan kami tidak pernah dilibatkan. KONI kecamatan harusnya melakukan seleksi secara terbuka dengan mengundang semua perguruan karate,” ujar Mula Tamba. (ROM)






