PEMATANGSIANTAR II
Bima Rizky Setiaji (30) warga Kp. Kalibata Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan (Jaksel) ditemukan meninggal gantung diri di Kos kosan Jalan Sipirok Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar, Rabu (10/6/2026) pagi sekira pukul 10.00 Wib.
Informasi dihimpun di TKP, kedatangan korban ke Kota Pematangsiantar memang untuk menjumpai pacarnya diketahui inisial IN (44) warga dan korban sudah dua hari meningnap di Kos kosan Jalan Sipirok tersebut tepatnya Kamar Nomor 201.
Pada Rabu (10/6/2026) pagi sekira pukul 10.00 Wib IN datang ke kos kosan tersebut untuk menemui korban. Namun kamar ditempati korban terkunci dan setelah diketuk pintu kamar itu juga tidak dibuka korban. Kemudian IN meminta penjaga kos bernama Fajar untuk membuka paksa kamar korban. Lalu Fajar masuk kedalam kamar kos melalui jendela dan membuka pintu kamar tersebut yang terkunci dari dalam.
Lalu Fajar mengajak IN masuk kedalam kamar kemudian IN menemukan korban sudah gantung diri di kamar mandi menggunakan seprai tempat tidur yang diikat diventilasi kamar mandi. IN pun meminta penjaga kos untuk menurunkan korban karena pacar korban menganggap korban belum meninggal dunia. Tapi setelah di turunkan ternyata korban sudah meninggal dunia.
Menerima laporan kejadian, Kanit Pamapta Polres Pematangsiantar IPDA Putra Sormin bersama bersama Piket Fungsi dan Tim Inafis serta piket Polseķ Siantar Barat tiba di Kos kosan tersebut. Namun saat itu jenajah korban ditemukan sudah terbaring di lantai kamar dan IN juga sudah tidak ditemukan lagi di kos kosan tersebut.
Personil piket pun menyuruh penjaga kos menghubungi IN dan diketahui IN mendapatkan perawatan di RS Vita Insani Kota Pematangsiantar karena pingsan sehingga personil piket Polsek Siantar Barat berangkat melihat kondisi IN.
Setelah dilakukan olah TKP, Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho meminta bantuan Tim BPBD Kota Pematangsiantar evakuasi jenajah korban ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar guna dilakukan visum.
# Tinggalkan Pesan Terakhir di Wallpaper HP
Dari hasil olah TKP pihak kepolisian, sebelum gantung diri ternyata korban meninggalkan pesan terakhir yang dijadikan Wallpaper HP nya.
Adapun isi pesan terakhir korban tersebut :
“Gua sangat sayang sama dia banget, tapi dia bikin gua seperti ini yang ke tiga kalinya.
Untuk ibu dan keluarga dan teman teman maafin bima banyak doa ke ibu, keluarga dan teman teman, maafin juga bima bu sudah salah ambil langkah. Intinya doain bima selalu ya bu, keluarga dan teman teman.
Bima terpaksa mengambil keputusan yg buruk seperti ini dan ini semua bukti sangkin sayang nya ke Inge. Napitupulu.
Oh iya gak lupa mau berterimakasih buat bapak/ibu mungkin yang evakuasi mayat saya di dalam kamar mandi ini. Untuk kepulangan mayat saya mungkin bisa di cari informasi nya ke Inge napitupulu beliau bertempat tinggal di juliana ulos jl. Merdeka.
Sekian terimakasih
Love you all”
# Malam Harinya Berantam Dengan Pacarnya dan Ancam Bunuh Diri
Sementara penjaga Kos kosan, Fajar ditemui di TKP mengatakan sudah dua hari menginap di Kos kosan tersebut setelah sehari sebelumnya kamar untuk dipesankan pacar korban (IN-red). “Korban menginap di Kos kosan ini sudah mulai hari Senin (8/6/2026) dan siang hari ini keluar atau Check Out karena memang Kos kosan ini bisa menginap per hari nya. Selama menginap korban sendirian karena pacarnya pulang pulang,” ujarnya.
Fajar menambahkan pada Rabu (10/6/2026) pagi sekira pukul 10.00 Wib pacar korban datang ke Kos kosan dan menemuinya untuk meminta agar membuka pintu kamar korban karena nomor HP korban tidak bisa dihubungi akibat malam harinya korban dan teman wanitanya itu berantam di HP.
“Kalau kata pacarnya tadi kalau mereka tadi malam berantam di HP dan saat itu korban mengancam akan bunuh diri. Karena berantam itu nomor HP korban tidak bisa dihubungi dan pintu kamar terkunci makanya tadi pagi meminta kami membuka paksa kamar korban,” tambahnya.
Adanya permintaan IN tersebut, Fajar bersama rekannya membuka paksa jendela kamar korban yang tak pakai jerajak. Setelah terbuka Fajar masuk kedalam kamar melalui jendela tersebut dan membuat pintu kamar lalu bersama sama menemukan korban sudah gantun diri didalam kamar mandi menggunakan seprai tempat tidur.
“Pacarnya itu tadi yang membuka ikatan seprai di leher korban karena menganggap korban belum meninggal kemudian pacar korban itu pergi dan mengatakan sudah menghubungi keluarga korban,” Kata Fajar.
Pada sore harinya, Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho SH. MH melalui Kanit Reskrim IPDA Esron Pasaribu SH mengatakan pihaknya sudah menyerahkan surat permintaan visum luar terhadap jenajah korban karena korban meninggal gantung diri di kamar kos kosan tersebut.
“Kami juga sudah menghubungi keluarga korban dan besok pagi baru datang dari Jakarta ke Kota Pematangsiantar untuk menjemput jenajah korban. Pacarnya itu belum dimintai keterangan medis karena masih perawatan medis,” Ucap IPDA Esron singkat.
Hingga berita ini diterbitkan jenajah korban dititipkan diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar menunggu kedatangan orangtua korban pada esok harinya, Kamis (10/6/2026). (JX)






