Media Online Jurnal X
Minggu, 12 Juli 2026
No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
  • SMSI
  • PERISTIWA
  • KRIMINALITAS
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMATERA UTARA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
HomeBERITA
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan saat sosialisasi Wasbang (Foto Ist)

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan saat sosialisasi Wasbang (Foto Ist)

Agus Setiawan : Pancasila Jangan Hanya Dijadikan Slogan, Tapi Harus Diwujudkan Dalam Tindakan Nyata Dikehidupan Sehari-Hari

Jurnalx.co.idbyJurnalx.co.id
12 Juli 2026 | 07:25 WIB
inBERITA, Medan
AA
ADVERTISEMENT
Bagikan ke Whatsapp

MEDAN II

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Setiawan mengatakan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai materi pelajaran yang sekadar dihafal di ruang kelas.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh masyarakat maupun para pemimpin bangsa.

Hal tersebut disampaikan Agus saat menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Kampus STBA-PIA ( Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia), Jalan K.L.Yos Sudarso, Lingkungan XI, Lorong XII, Glugur Kota, Medan Barat.

Dihadapan mahasiswa, akademisi, serta sejumlah civitas akademika, Agus membawa thema ” Dari Ruang Kelas ke Realitas Lapangan”.

Para peserta sangat antusias mengikuti diskusi mengenai tantangan implementasi nilai-nilai kebangsaan di era modern.

Dalam paparannya, Agus mengungkapkan bahwa selama ini dirinya secara konsisten memilih menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosialisasi kebangsaan.

Anggota Komisi 3 DPRD Medan menjelaskan bahwa tema yang dibawa “Dari Ruang Kelas ke Realitas Lapangan” dipilih karena melihat adanya kesenjangan yang cukup besar antara teori yang diajarkan di lembaga pendidikan dengan praktik yang terjadi di tengah masyarakat.

“Saya mengangkat tema ini berdasarkan modul Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Antara teori dengan kenyataan di lapangan masih sangat jauh. Jangan sampai Pancasila hanya menjadi slogan atau omon-omon. Yang kita butuhkan adalah implementasi nyata,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Agus mengajak mahasiswa untuk melihat politik secara lebih objektif.

Ia menilai banyak anak muda memiliki persepsi negatif terhadap politik karena lebih sering melihat praktik-praktik yang menyimpang dibandingkan tujuan mulia dari politik itu sendiri.

“Politik tidak selalu seperti yang kalian lihat dan bayangkan. Politik seharusnya menjadi instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan generasi muda yang mau terlibat membawa perubahan,” ucapnya.

Agus menilai tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini bukanlah kurangnya teori mengenai Pancasila maupun wawasan kebangsaan. Persoalan yang lebih serius justru terletak pada hilangnya kompas moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kata, Agus bahwa saat ini kepercayaan publik terhadap dunia politik mengalami penurunan. Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh berbagai persoalan yang masih terjadi dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Di sekolah dan kampus kita diajarkan kejujuran, tetapi di lapangan masih terjadi korupsi. Kita diajarkan persatuan, tetapi masih muncul politik identitas. Kita belajar tentang keadilan sosial, tetapi ketimpangan ekonomi masih terjadi. Inilah tantangan terbesar dalam mengimplementasikan Pancasila,” ujarnya.

Agus mengatakan kritik terhadap kondisi tersebut harus dijadikan bahan introspeksi bersama.

Ia menilai selama ini Pancasila sering kali hanya menjadi simbol yang dipasang dalam bentuk spanduk, baliho, atau slogan, namun belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Sering kali Pancasila hanya dihafalkan, bukan dijalankan. Nilai gotong royong kalah oleh kepentingan pribadi. Wawasan kebangsaan hanya menjadi kegiatan seremonial. Bahkan elite politik terkadang melupakan nilai-nilai kebangsaan ketika berebut kekuasaan,” pungkasnya.

Kegiatan ini sendiri turut dihadiri Ketua Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA) Prof Dr Berlin Sibarani MPd yang juga turut memberikan pemamparan. (ROM)

Share6Tweet4SendShare

Berita Terkait

Keenam pengendara sepedamotor menggunakan knalpot brong saat diamankan di Polres Pematangsiantar
BERITA

Patroli Timsus Dayok Mirah Polres Pematangsiantar Amankan  Enam Sepedamotor Knalpot Brong

12 Juli 2026 | 08:07 WIB

PEMATANGSIANTAR II Tim khusus (Timsus) Dayok Mirah Polres Pematangsiantar melaksanakan patroli rutin diwilayah hukum Polres Pematangsiantar, pada Sabtu (12/7/2026) malam...

Read more
Kanit Reskrim IPDA J. Manihuruk SH bersama piket Bhabinkamtibmas saat berikan himbuan kepada RB diduga ODGJ dan kakak kandungnya RK
BERITA

Polsek Siantar Selatan Respon Cepat Cek Laporan Adanya Pria Diduga ODGJ Meresahkan Warga di Jalan Bukit Siguntang 

12 Juli 2026 | 07:58 WIB

PEMATANGSIANTAR II Polsek Siantar Selatan Polres Pematangsiantar melalui Kanit Reskrim IPDA J. Manihuruk SH bersama piket Bhabinkamtibmas respn cepat melakukan...

Read more
personil Unit Kamsel melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pengemudi dan mandor bus di PT. Pelita Paradep Trans
BERITA

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Pengemudi dan Mandor Bus

12 Juli 2026 | 07:36 WIB

PEMATANGSIANTAR II Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pematangsiantar melalui personil Unit Kamsel melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pengemudi...

Read more
Pelaku pencurian emas 177,8 gram yang ditangkap polisi. (Foto Ist)
Medan

Pria 35 Tahun di Medan Curi Emas Ortu, Hasil Penjualan Rp 150 Juta Habis Main Judol

12 Juli 2026 | 07:20 WIB

MEDAN II Seorang pria berinisial SHH (35) kini harus mendekam di balik jeruji besi.Dibalik ini semua tidak terlepas karena pengaduan...

Read more
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2016-2026 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobabokep

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA

© 2016-2026 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobabokep