MEDAN II
Keluarga Winda Lauren Gowasa mantan istri polisi yang diduga bunuh diri memakai senpi milik suaminya, Brigadir IH di kediaman mertuanya Komplek Bumi Asri, Blok G230, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia angkat bicara sejumlah kejanggalan.
Kepada jurnalx.co.id, Rabu (5/8/2026) ayah kandung Winda, Sanalui Gowasa mengatakan saat jenazah putri sulungnya hendak dibawa pulang pihak keluarga IH meminta agar jenazah langsung dimakamkan dengan alasan tubuh korban telah membusuk dan tidak bisa diformalin.
” Waktu saya berada di rumah sakit sudah saya sampaikan kepada pihak keluarga si Iman agar jenazah dibawah ke rumah si Iman.Dan saya meminta agar anakku ini didoakan karena anakku punya agama, tapi mereka ( pihak keluarga suami) meminta agar dimakamkan segera.Dan saya tahan saat itu dan tidak saya izinkan, ” ucap Sanalui.
Sambung, Sanalui pihak keluarga laki-laki tidak menerima hjngga akhirnya membawa jenazah putrinya.
“Keluarga besan saya bilang jika tidak mau urus saja sendiri.Saya bawa akhirnya jenazah putriku ini karena kami punya agama, punya adat juga. Anakku atau putriku bukan binatang,” katanya dengan nada lirih yang meras curiga dengan sikap keluarga IH.
Dan Sanalui pun langsung menanyakan apakah jenazah anaknya bisa di formalin.
“Ternyata dokter bilang bisa di formalin dan saya bayar Rp 800 ribu, ini ada apa kami sangat curiga kenapa mau cepat-cepat saat itu dimakamkan,” ucapnya.
Sedangkan, Ica adik korban mengatakan selain menemukan berbagai luka lebam biru baik di kaki, termasuk mata mengalami memar. Pada saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara pihak keluarga IH melarang jenazah kakaknya dibawa ke rumah duka.
Ia mengatakan pihak keluarga IH mengatakan jenazah tidak bisa diawetkan dengan formalin karena sebelumnya telah dimasukkan ke ruang pendingin.
“Saat jenazah keluar dari rumah sakit, mereka bilang harus langsung dikubur. Mereka bilang ini akan membusuk karena sudah di es, tidak bisa diformalin. Jadi tidak boleh dibawa ke rumah. Jadi harus langsung dikuburkan,” ucap Ica.
“Tapi permintaan ini tidak kami turuti.Kami ingin kakakku ini didoakan juga prosesi adat,” sambung Ica.
Ia mengatakan pihaknya langsung menemui dokter untuk menanyakan apakah jenazah bisa di formalin ternyata dokter menyatakan bisa.
“Setelah kami formalin tidak ada bau busuk.Dan justru kami temukan adanya kejanggalan tubuh kakakku banyak lebam biru termasuk matanya. Kalau bunuh diri pakai senjata api pasti tembus ini tidak ada apa pun. Darah pun di jenazah tidak keluar,” kata Ica.
Permintaan agar jenazag dimakamkan secepatnya, kata Ica berasal dari permintaan keluarga IH.
“Yang minta dimakamkan cepat mertuanya orangtua Iman langsung.Ini ada apa kami sangat curiga,” katanya dengan linangan air mata.
Sebagaimana diberitakan, istri mantan polisi bernama Winda Lorenza Gowasa ditemukan meregang nyawa bersimbah darah setelah bunuh diri menggunakan senjata api (senpi).
Pihak Polrestabes Medan sendiri menyatakan jika korban Winda Lorenza Gowasa bunuh diri menggunakan senjata api milik Bripka IH.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Polda Sumut. (ROM)






