MEDAN II
Memaknai Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, tokoh muda Sumatera Utara (Sumut), Tumpal Untrech Napitupulu, mengajak generasi muda, khususnya generasi Z, untuk menjadi generasi yang merdeka dalam berpikir, kritis terhadap perkembangan zaman, serta tidak mudah terpengaruh oleh kemajuan teknologi.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Medan Bidang Pemenangan Pemilu itu mengatakan, kemerdekaan di era digital bukan berarti menjauh dari teknologi, tetapi mampu menggunakan teknologi secara bijak dan tidak membiarkan perkembangan teknologi mengendalikan pola pikir maupun kehidupan generasi muda.
“Generasi muda sebagai generasi Gen Z harus merdeka. Merdeka dalam berpikir, berkarya dan menentukan masa depan. Jangan sampai perkembangan teknologi justru membuat kita kehilangan kepekaan terhadap lingkungan dan persoalan bangsa,” kata Tumpal kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi refleksi bagi seluruh generasi muda. Seiring bertambahnya usia Indonesia yang kini mencapai 81 tahun, generasi muda juga harus semakin peka terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan maupun kebangsaan.
Hal tersebut, kata Tumpal, selaras dengan harapan pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Di usia Republik Indonesia yang ke-81 ini, kita berharap generasi muda semakin peka. Jangan hanya menjadi penonton terhadap perkembangan bangsa, tetapi harus ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Selain persoalan teknologi, Tumpal juga mendorong generasi Z untuk mulai melek politik. Menurutnya, generasi muda tidak boleh menganggap politik sebagai sesuatu yang menakutkan atau harus dijauhi.
“Gen Z harus melek panggung politik. Jangan takut dengan politik. Politik adalah salah satu jalan untuk menentukan arah dan kemajuan negara. Kalau generasi muda tidak peduli terhadap politik, maka keputusan-keputusan penting tentang masa depan bangsa akan lebih banyak ditentukan oleh pihak lain,” katanya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam politik harus dibangun melalui pendidikan politik yang sehat, kritis dan bertanggung jawab. Generasi muda harus mampu memahami proses demokrasi serta berani menyampaikan gagasan untuk kepentingan masyarakat.
Tumpal menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Kemampuan menguasai teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, kepedulian sosial, wawasan kebangsaan dan keberanian berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
“Generasi Emas 2045 tidak cukup hanya pintar teknologi. Kita membutuhkan generasi yang punya karakter, punya kepedulian, berani menyampaikan gagasan dan tidak apatis terhadap politik. Itulah makna kemerdekaan yang harus kita teruskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (ROM)






