Media Online Jurnal X
Jumat, 2 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
  • SMSI
  • PERISTIWA
  • KRIMINALITAS
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMATERA UTARA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
HomeBERITABERITA DUNIA

1 Juta Data Pribadi Akun Facebook Indonesia Bobol

Hati-hati menggunakan media sosial Facebook.

Jurnalx.co.idbyJurnalx.co.id
6 April 2018 | 03:47 WIB
inBERITA DUNIA
AA
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0000.mp4
ADVERTISEMENT
Bagikan ke Whatsapp

FACEBOOK mengumbar jumlah data pribadi pengguna yang dicuri firma Cambridge Analytica.

Jika sebelumnya ditaksir mencapai 50 juta, ternyata angkanya lebih besar, yakni 87 juta.

Cambridge Analytica merupakan konsultan politik yang digunakan Donald Trump dalam kampanye pemenangan pilpres Amerika Serikat pada 2016.

Sebanyak 1 juta di antaranya adalah data pribadi pengguna Indonesia, sebagaimana tertera pada situs resmi Facebook Newsroom.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan sudah mulai berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai antisipasi penegakan hukum secepatnya.

“Penggunaan data yang tidak semestinya oleh penyelenggara sistem elektronik (PSE) bisa melanggar Peraturan Menteri (PM) Kominfo tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” katanya pada KompasTekno, Kamis (5/4).

“Sanksinya bisa mulai dari sanksi administrasi, sanksi hukuman badan sampai 12 tahun, dan sanksi denda sampai Rp 12 miliar,” ia menambahkan.

Menteri yang kerap disapa Chief RA tersebut mengatakan tak segan memblokir Facebook jika memang diperlukan.

Tentunya mekanisme ini harus melalui prosedur dan aturan yang berlaku di Indonesia.

“Jika pemerintah harus blokir, akan diblokir,” ujarnya.

Rudiantara sesumbar telah menelepon langsung pihak Facebook sejak 10 hari yang lalu.

Ia meminta jaminan Facebook sebagai PSE untuk taat dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Ia juga meminta penjelasan terkait kasus Cambridge Analytica, apakah berdampak pada pengguna Indonesia dan semasif apa dampaknya.

Hingga kini Facebook belum memberikan angka persisnya ke pemerintah meski angka itu sudah diumumkan secara publik.

Indonesia duduk di urutan ketiga dalam hal ini setelah Amerika Serikat dengan kebocoran data 70,6 juta pengguna Facebook dan Flipina dengan kebocoran data 1,1 juta pengguna Facebook.

Negara-negara lain dalam daftar lokasi kebocoran data pengguna Facebook termasuk Inggris, Meksiko, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia yang masing-masing paling tidak mencatat angka ratusan ribu.

Hasil Pertemuan Kominfo dan Facebook Terkait Kebocoran Data Pengguna

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memanggil perwakilan Facebook Indonesia, Kamis (5/4).

Pemanggilan ini menyusul laporan terbaru Facebook terkait jumlah data pribadi pengguna yang dicuri firma Cambridge Analytica.

Sebanyak 1 juta data pengguna Indonesia masuk dalam total 87 juta data pengguna Facebook global yang dipegang Cambridge Analytica.

Firma tersebut merupakan konsultan politik yang membantu kampanye pemenangan Donald Trump dalam Pilpres 2016.

Dalam pertemuan tersebut, Menkominfo mengutarakan permintaan kepada Facebook untuk ditindaklanjuti terkait antisipasi kebocoran data pengguna di Indonesia.

“Ada beberapa hal sebagai tindak lanjut. Pertama, kami tekankan lagi semua media sosial termasuk Facebook harus complydengan aturan di Indonesia,” kata Rudiantara seusai pertemuan dengan Facebook.

“Kami juga minta Facebook sesegera mungkin untuk melakukan shutdown atas aplikasi yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, terutama kuis-kuis personality test yang model Cambridge Analytica. Itu dimatikan dulu di Indonesia,” ia menambahkan.

Kuis kepribadian yang marak beredar di Facebook adalah salah satu pintu masuk pengumpulan data pribadi pengguna oleh pengembang pihak ketiga.

Data itu kemudian bisa saja disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, seperti yang dilakukan Cambridge Analytica.

Menkominfo juga meminta hasil audit terhadap aplikasi-aplikasi yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga tersebut.

Dari hasil audit akan bisa dilihat apakah berdampak buruk pada masyarakat Indonesia.

Public Policy Facebook, Ruben Hattari, mengatakan bakal segera menyampaikan permintaan pemerintah ke Facebook pusat.

Ia tak berjanji semuanya bisa dilaksanakan, tetapi pihaknya telah mengambil langkah-langkah solutif.

“Saya belum bisa memastikan dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkominfo menyarankan pengguna di Indonesia untuk sementara “puasa” dulu menggunakan media sosial.

“Kalau terpaksa pakai media sosial, dipilih-pilih dan hati-hati. Tunggu sampai semuanya berjalan dengan baik,” ujar Rudiantara.


sumber: kompas.com

Share7Tweet5SendShare

Berita Terkait

BERITA DUNIA

Bikin Takut Juri America’s Got Talent, The Sacred Riana Diusir

29 Juli 2018 | 17:13 WIB

Diminta pergi meski belum selesai, salah satu juri mengatakan pertunjukan itu terlalu berlebihan.

Read more
BERITA DUNIA

Eks Perwira Polisi jadi Korban Ritual Setan usai Berhubungan Seks

4 Juli 2018 | 22:19 WIB

Mayatnya ditemukan tercabik-cabik di dalam kulkas.

Read more
BERITA DUNIA

Jelang MotoGP Amerika, Marquez Kirim Pesan WA ke Rossi Terungkap

20 April 2018 | 16:20 WIB

Rossi: Balapan yang sulit dirusak pebalap berbahaya.

Read more
BERITA DUNIA

Mesin Pesawat Boeing 737 Meledak, Penumpang Tersedot Lewat Jendela

18 April 2018 | 19:23 WIB

Seorang penumpang wanita tewas dalam kejadian ini meskipun sempat mendapat pertolongan.

Read more

Berita Terbaru

BERITA

Riksa Randis, Wakapolres Pematangsiantar Ingatkan Personil Jaga, Rawat dan Gunakan Sesuai Peruntukan

2 Oktober 2026 | 11:54 WIB
BERITA

Kapolsek Siantar Selatan Bersama Personil Panen Jagung Petani Binaan di Jalan Tepian

2 Oktober 2026 | 10:44 WIB
Pematang Siantar

Polsek Siantar Selatan Selesaikan Perkara Pengerusakan di Jalan Sibolga Dengan Problem Solving

2 Oktober 2026 | 10:34 WIB
Pematang Siantar

Polsek Siantar Marihat Amankan Karyawan Toko Dj Build Mart Diduga Mencuri di Tempat Kerjaannya

2 Oktober 2026 | 10:16 WIB
BERITA

Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Dwi Ngai Sinaga: Polisi Bersama Masyarakat Harus Terwujud di Sumut, Laporan Jangan Tunggu Viral

2 Oktober 2026 | 09:36 WIB
Medan

Polisi Tangkap Spesialis Bongkar Rumah di Jalan Tenis Medan Kota

2 Oktober 2026 | 00:42 WIB
BERITA

Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan, Sat Lantas dan Tim Gabungan Gelar Operasi di PKB

1 Oktober 2026 | 22:29 WIB
BERITA

Pastikan Gizi Aman, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Monitoring Langsung Distribusi MBG di SMAN 4

1 Oktober 2026 | 22:24 WIB
BERITA

Wali Kota Tanjungbalai Lantik 12 Pejabat Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional

1 Oktober 2026 | 22:18 WIB
BERITA

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2026 | 22:10 WIB
BERITA

Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Mako Polres Simalungun, Wakapolres Tegaskan Soliditas Personel 

1 Oktober 2026 | 22:03 WIB
Kebakaran

Satu Unit Rumah Warga di Gang Duku Terbakar, Kapolsek Siantar Marihat Pimpin Olah TKP

1 Oktober 2026 | 21:55 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2016-2026 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobafons infamis

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA

© 2016-2026 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobafons infamis