MEDAN II
Ketua Komisi 1 DPRD Kota Medan, Reza Pahlevi Lubis S Kom, mengajak masyarakat memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila sekaligus mewaspadai ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar bangsa.
Ajakan itu disampaikan Reza saat menggelar Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Kapten Sumarsono, Lingkungan IX, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (27/9).
Menurut Reza, sejarah bangsa harus dipelajari agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda maupun paham yang dapat memecah belah bangsa.
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dipelajari agar kita bisa membangun masa depan yang lebih baik tanpa mengulangi kesalahan masa lalu,” ujar Reza.
Politisi Golkar itu menyinggung peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) sebagai salah satu episode penting dalam sejarah Indonesia. Dimana peristiwa ini penculikan dan pembunuhan sejumlah Jenderal TNI pada malam 30 September 1965 yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pendukungnya.
# 6 jenderal menjadi korban dan kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
Reza mengatakan, terlepas dari berbagai kajian sejarah mengenai aktor dan tingkat keterlibatan pihak-pihak dalam peristiwa tersebut, tragedi 1965 harus menjadi pelajaran tentang bahayanya konflik politik, kekerasan dan pertentangan ideologi.
“Dari sejarah itu kita belajar pentingnya menjaga persatuan, kesetiaan kepada Pancasila dan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk propaganda yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” katanya.
Reza menegaskan, penguatan ideologi Pancasila tidak cukup hanya melalui pemahaman secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga persatuan, menghargai perbedaan serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Dikatakan Reza, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa di tengah perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan berbagai paham dan informasi menyebar dengan cepat.
“Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Persatuan harus terus kita jaga agar bangsa ini tidak mudah dipecah belah,” pungkasnya. (ROM)






