SIMALUNGUN II
Sebanyak 24 unit rumah warga di Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun mengalami kerusakan diterjang bencana alam hujan deras disertai angin kencang, pada Senin malam (28/9/2026) sekira pukul 23.30 WIB.
Menerima laporan, Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H pimpin langsung pengecekan ke lokasi.
Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya bersama personel Polsek Bandar Huluan, Camat Pematang Bandar Pahod Holomoan Siregar, S.Sos., serta para Pangulu dan perangkat desa langsung bergerak melakukan identifikasi terhadap warga yang terdampak bencana.
“Kami bersama Camat Pematang Bandar dan perangkat desa langsung mengidentifikasi korban terdampak hujan deras yang disertai angin kencang di lapangan,” ujar IPTU Patar Banjarnahor.
Ia mengungkapkan, hasil identifikasi di lapangan kemudian dikumpulkan dan dilaporkan kepada Dinas Sosial guna mendapatkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak. Berdasarkan hasil pendataan, tercatat sebanyak 24 unit rumah warga di wilayah Kecamatan Pematang Bandar mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang dan hujan deras tersebut.
“Total rumah yang terdampak hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Pematang Bandar sebanyak 24 rumah yang mengalami kerusakan ringan,” ucap IPTU Patar Banjarnahor.
Adapun warga menjadi korban terdampak tersebar di sejumlah nagori, di antaranya Huta III Nagori Wonorejo, Huta III Nagori Purwosari, Huta I Nagori Pordomoan Nauli, dan Huta I Nagori Purba Ganda, Kecamatan Pematang Bandar.
Para korban yang terdata di antaranya Selamet, Samuna, Kadar, Nur Amanda, Parsimen, Tusiman, Harun, Suparmen, T. Penggabean, Sintong Gultom, Aliludin Butarbutar, Yayu Nurintan Butarbutar, Nasib Edian Tamba, Yanti Anekan Sitompul, Hotlina Sitinjak, Kamina Manik, Nursiamik, Rumondang Napitupulu, Doang Pakpahan, Rosli Sinurat, Ningsi Situmorang, Lemina Sitinsaon, Nasib, dan Bambang Budi.
IPTU Patar Banjarnahor menegaskan bahwa dalam kejadian ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka. Kerugian yang dialami hanya bersifat material, dengan taksiran kerugian mencapai Rp72.000.000 akibat kerusakan ringan pada 24 unit rumah warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian yang dialami warga bersifat material dengan taksiran mencapai Rp72 juta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam laporan tersebut turut disertakan keterangan dua orang saksi merupakan anggota Polri yakni Sagimun dan Victor Apul Sitorus. Sementara itu, terkait pihak yang diduga bertanggung jawab atas kejadian ini dinyatakan nihil, mengingat peristiwa tersebut murni disebabkan oleh faktor alam berupa hujan deras yang disertai angin kencang.
“Motif kejadian ini masih dalam penyelidikan, namun modusnya jelas merupakan bencana alam berupa hujan deras disertai angin kencang,” tegas IPTU Patar Banjarnahor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah langkah yang telah dan akan terus dilakukan pihaknya, di antaranya membuat Laporan Bencana Model A, mendatangi lokasi kejadian perkara, mendata seluruh korban yang terdampak, serta melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan instansi terkait agar bantuan bagi warga terdampak dapat segera disalurkan,” pungkasnya.
Ia berharap, kesigapan personel Polsek Bandar Huluan dalam merespons cepat bencana ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana alam di wilayah hukum Kabupaten Simalungun. (*/JX)






