SIANTAR
Adanya permasalahan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga terdampak virus corona (Covid 19) yang diduga tidak tepat sasaran seperti di Kelurahan Toba yang mengutamakan Para Perangkat Kelurahan dan warga yang ekonomi berada membuat Kepala Bidang (Kabid Sosial) Dinas Sosial dan P3A Kota Siantar, Drs.Risbon Sinaga angkat bicara.
Dikonfirmasi Hari Sabtu (30/5/2020) siang sekira pukul 13.15 Wib mengatakan data para penerima BST berasal dari Lurah ke Dinsos dan P3A kemudian data tersebut dikirim ke Kemensos RI. Tetapi kadang membingungkan, setelah kita input data melalui aplikasi SIKS NG, disetujui oleh Pusdatin, dan ada Berita Acara Serah Terima (BAST) juga lewat On Line. Namun setelah nama turun dari PT Pos membingungkan.
Nama yang tidak kita usulkan malah muncul bahkan ada yang sudah meninggal sedangkan nama yang disetujui tidak muncul undangannya bahkan ada yang dalam 1 Kepala Keluarga (KK) dapat undangan sampai 3 orang. Yang mengakibatkan kegaduhan ditengah tengah masyarakat. Akhirnya, Lurah menjadi sasaran amarah, yang pada hal pihak kelurahan sudah berupaya semaksimal mungkin agar bansos tepat sasaran.
Akhirnya, banyak undangan yang tidak disalurkan ke warga lengkap dengan berita acara karena double, sudah meninggal tanpa ahli waris, Pindah domisili atau tidak ditemukan, bahkan ada yg sedang penerima Bansos seperti PKH atau BPNT, ada yg sdh ASN.
“Kita sudah pertanyakan ke Kemensos lewat WA group, disarankan agar kita melakukan penghapusan data tersebut lewat aplikasi SIKS NG .Hari Selasa Depan, Kita akan sandingkan data yang di BAST dan Nama Penerima dari PT Pos,”kata Risbon Sinaga mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






