SIANTAR
Belasan orang mamak mamak yang tinggal diseputaran Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar mengadu ke Kantor Lurah Toba, Senin (2/11/2020) siang sekira pukul 13.30 Wib.
Kedatangan kaum mamak mamak itu sembari sudah mengumpulkan tanda tangan disebabkan resah dengan perilaku pelecehan seksual dilakukan seorang pria stress berinisial RP (29) yang nekat meremas remas Payudarah bahkan termasuk kalangan anak kecil. Parah parahnya lagi RP nekat mengejar sembari membawa bawa parang.
Kaum mamak mamak itu disambut langsung Lurah Martoba, Pipit Andriani Siregar, SH didampingi Novri Perwakilan Dinas Sosial P3A Kota Siantar dan AIPDA Beta Sinambela Bhabin Kamtibmas Kelurahan Martoba. Tidak itu saja, Lurah juga mengundang Kelin (35) Abang kandung RP.
“Kita minta si RP itu ditahan sama petugas, karena ulahnya kami merasa diteror sampai keluar rumah jadi takut,”ujar Elis salah satu mamak mamak.
Elis menambahkan RP setiap melihat wanita bahkan termasuk anak kecil langsung nekat meremas remas Payudarah sembari membawa parang sehingga membuat kalangan wanita menjadi ketakutan. “Kami kaum wanita sudah resah sekali. Apalagi si RP itu juga pernah masuk ke rumah warga sambil telanjang,”tambah Elis dengan nada suara kesal.
Sementara itu warga lainnya, Ade (36) mengatakan pernah melihat RP merusak sepedamotor salah satu tetangganya menggunakan parang bahkan parahnya lagi melihat RP nyaris mencangkul tangan warga. “Warga disini sudah pernah melapor ke Polisi tapi tidak ada tindakan,”katanya sembari disambut para kaum mamak mamak meminta RP tidak tinggal lagi diseputaran Jalan Nagur.
Mendengar keresahan mamak mamak itu, Lurah Martoba Pipit Andriani Siregar melakukan mediasi. Dimana Kelin, Abang kandung RP mengakui adik kandungnya RP sudah lama sakit gangguan jiwa dan juga pernah dirawat di Kota Bagan Batu. “Dia ini (RP-red) duluh menuntut ilmu tapi karena itu lah dia jadi lain kayak gini, Bu. Saya pernah obatin sampai ada surat kejiwaannya dikeluarkan pihak rumah sakit tapi dia gitu gitu lagi. Mungkin dia kumat kalau diejekin,”ujar Kelin.
Lebih lanjut, Kelin meminta waktu kepada warga selama seminggu untuk diobati. “Adapun ulah yang dilakukan si RP ini, keluarga akan bertanggung jawab,”tambahnya.
“Tadi kan awalnya mau kita bawa si RP untuk diamankan atau kita letak di Panti Dinas Sosial tapi abangnya mohon-mohon dan meminta waktu dengan kita. Ya, kita buatlah surat pernyataannnya. Artinya, kalau masih juga dia berbuat keresahan, abang kandungnya si RP harus siap bertanggung jawab penuh,”ucap Lurah Martoba, Pipit Andriani Siregar, SH.
Menanggapi itu, kalangan mamak mamak itu pun menyetujui permohonan Abang kandung RP dengan tetap membuat surat pernyataan secara tertulis. “Karena abang kandungnya bermohon sama kita untuk minta waktu, ya sudah kami buat surat pernyataan. Itu kami kasih seminggu, kalau diulanginya lagi kami akan menuntut,” ujar Elis.
“Udalah yok, pigi kita. Aturankan demi keamanan, maunya diletaklah dia (RP) dulu ntah di panti, ini malah dibiarkan tinggal disini lagi,” celetuk mamak mamak lainnya sembari keluar dari Kantor Lurah Martoba dan membubarkan diri pulang ke rumah masing masing.
“Sudah Diserahkan ke Panti Rehabilitas Mercusuar Doa
Ditempat terpisah Kasi Rehsos Dinas Sosial P3A Kota Siantar, Novri dikonfirmasi melalui telepon selulernya sore harinya sekira pukul 15.30 Wib mengatakan pihaknya sudah menyerahkan RP kepihak Panti Rehabilitasi Mercusuar Doa yang terletak di Jalan Sibatu batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar untuk menjalani pengobatan.
“Tadi siap mediasi di Kantor Lurah Martoba itu, si RP langsung kita bawa ke Kantor Dinas Sosial P3A kemudian dijemput pihak Panti Rehabilitasi Mercuar Doa dari Kantor untuk diobati,”tegas Novri singkat.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






