SIANTAR
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Uli Kota Siantar mensosialisasikan Beban Tetap kepada masyarakat di Kecamatan Siantar Barat yang digelar di Kantor Camat Siantar Barat, Jalan Bangau Kelurahan Sipinggolpinggol, Kamis (11/2/2021) Siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Camat Siantar Barat Arri S Sembiring, SSTP, MSi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pihak Perumda Tirta Uli. “Semoga sosialisasi ini dapat disampaikan kepada warga yang berada di Kecamatan Siantar Barat,” kata Arri dalam kegiatan yang digelar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli, Deni Naeko R Damanik, SE menyampaikan, Perumda Tirta Uli akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Tidak semua pelanggan dikenakan beban tetap. Sebab beban tetap bukanlah kenaikan tarif air minum,”ujarnya.
Deni menambahkan beban tetap Perumda Tirta Uli diberlakukan mulai bulan Maret 2021 untuk tagihan bulan April 2021. Namun khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan kelompok tarif S1, S2, SK, RT 1, dan RT 2, pemberlakuan beban tetap ditunda hingga enam bulan ke depan.
“Untuk Rumah Tangga atau RT 3 ke atas akan dikenakan beban 10 meter kubik. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini dapat kita bertukar pikiran. Kalau tidak puas, bisa datang ke kantor Perumda Tirta Uli,”katanya mengakhiri.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Uli Zulkifli Lubis, MT menerangkan, sumber pendapatan perusahaan yang dipimpinnya hanya satu, yakni menjual air. Perumda Tirta Uli memiliki visi menjadi perusahaan yang sehat, kinerja yang menguntungkan, berkembang, mandiri, dan mampu menghadapi persaingan. “Misinya, mengelola, penyedia, serta pendistribusian air minum yang sehat kepada masyarakat Kota Siantar secara lebih baik dan berkesinambungan,”ujarnya.
Masih kata Zulkifli, area pelayanan Perumda Tirta Uli meliputi delapan kecamatan yang ada di Kota Siantar dan satu Kecamatan di Kabupaten Simalungun, yakni Kecamatan Siantar. Pihaknya memastikan seluruh air yang didistribusikan bebas kuman/bakteri dengan memonitor seluruh sumber air serta memasang pompa dosing disinfektan di seluruh sumur bor.
“Terkait pendapatan dari beban tetap diperuntukkan untuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan, yaitu perbaikan pipa bocor, rehabilitasi pipa distribusi, penurunan Non Revenue Water (NRW), pembuatan District Management Area (DMA) pilot project, pergantian meter pelanggan, dan pemerataan tekanan,”tegas Zulkifli Lubis mengakhiri.
Turut hadir dalam sosialisasi tersebut,
Lurah, RW dan RT se-Kecamatan Siantar Barat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






