SIANTAR
Seorang wanita diketahui pemilik Cafe Publik Kopi di Jalan Volly Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat Kota Siantar marah-marah atau mengamuk mengetahui Tim Satgas Covid 19 Kecamatan Siantar Barat datang melaksanakan Operasi Yustisi sekaligus Swab Antigen para pengunjung nya, Sabtu (28/8/2021) malam sekira pukul 22.30 Wib.
Setiba di Cafe itu Tim Satgas Covid 19 menemukan kondisi mati lampu. Tidak percaya begitu saja, Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution yang memimpin Razia Ops Yustisi itu tetap masuk melakukan pemeriksaan dan menemukan 21 orang pengunjung didominasi kaula muda berada didalam cafe itu.
Selanjutnya seorang wanita diketahui pemilik cafe itu mengamuk kepada petugas dengan mengatakan tidak mempercayai adanya Virus Covid 19 bahkan nekat mencampakkan peralatan swab antigen petugas.
“Masalah kek gini kalian besar-besar kan. Level 4 nggak percaya aku kek gini, dan bapak pun sudah menganggu usaha kami. Pemerintahan amburadul ini Pak, nggak percaya aku corona,” ujar wanita itu kepada Camat.
Selanjutnya Camat berusaha memberikan penjelasan mengatakan pihaknya wajib menjalankan aturan yang berlaku, kemudian Tenaga Kesehatan (Nakes) melaksanakan Swab Antigen ditempat terhadap para pengunjung cafe itu.
Ditengah pelaksanaan swab, wanita itu kembali mengamuk kepada petugas dengan nada tinggi. “Kalian bikin orang depresi dan mati gara-gara kalian. Orang pun jadi stres karena kalian sendiri yang besar-besarkan ini. Penyakit nggak ada, malah kalian ada-adakan. Orang demam dikit kalian bilang corona, semua corona,”Kata wanita itu lagi dengan nada suara tinggi.
Camat meminta bantuan kepada Tim Penegakan hukum (Gakkum) yakni Sat Reskrim dan Satpol PP yang juga sedang melaksanakan Ops Yustisi di Jalan Kartini. Tidak lama kemudian Tim Gakkum dipimpin Kanit Jahtanras Sat Reskrim IPDA Moses Butar-butar SH dan Kabid Trantibum Satpol PP Mangaraja Tua Nababan datang ke Cafe Publik Kopi itu lalu mendampingi Nakes melaksanakan Swab Antigen terhadap para pengunjung.
Dari hasil Swab Antigen itu terdapat satu orang pengunjung merupakan warga Jalan Renville Kecamatan Siantar Timur positif terpapar virus Covid 19. Pengunjung mengaku Abang nya berprofesi dokter itu berusaha menolak dan memohon tidak dibawa untuk isolasi terpusat (Isoter).
“Abang ku dokter buk. Harus rupanya aku di Isoter? Gak bisa isoman aja? Biasa yang ngasih vitamin ku ya abang ku. Jangan lah terus main bawa-bawa kek gini harus Isoter, isolasi pun saya bisanya dirumah,” ujar pengunjung itu kepada Nakes.
Tak sampai disitu, wanita dikehui pemilik Cafe Publik Kopi itu kembali mengamuk bahkan Wanita itu nekat memegang tangan pengunjung tersebut untuk membuktikan bahwa covid-19 tidak ada. “Ini lah salam aku dek. Ini bukti aku gak percaya covid-19. Dia flu biasa, kalian bilang covid. Jangan semua dibilang corona. Kek mana mau maju negara ini kalian buat? Tengok aja besok ya aku pasti sehat aja,” teriak wanita itu.
Setelah terjadi perdebatan cukup alot, akhirnya pengunjung itu bersedia dimasukkan kedalam ambulance dan dibawa ke lokasi Isolasi Terpusat (Isoter) untuk menjalani Isolasi sedangkan Pihak pemilik Cafe Pubik Kopi tidak dapat menunjukkan dokumen izin kepada Tim Satgas Covid 19.
Mengetahui tidak adanya dokumen dan adanya pengunjung terpapar Covid 19 hasil Swab Antigen membuat Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution memberikan tindakan tegas memohon Kordinator Tim Gakkum Satgas Penanganan Covid-19 Kota Siantar untuk dapat menutup usaha Cafe Publik Kopi tersebut selama 14 hari.
Sebelumnya Tim Satgas Covid 19 Kecamatan Siantar Barat dipimpin Camat Pardomuan Nasution dan Danramil 04/SB mendatangi lokasi usaha Ayam Pecak Maha Asyik di Jalan Bola Kaki Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat.
Banyak pengunjung yang sedang makan berhasil kabur. Begitupun Camat memperintahkan Nakes Swab Antigen 6 pengunjung dengan hasil negatif.
Sementara Sabar Sirait selaku Pemilik Cafe Publik Kopi dikonfirmasi, Minggu (29/8/2021) sore mengatakan wanita yang mengamuk kepada Tim Satgas Covid 19 itu merupakan kakaknya dan juga membenarkan adanya seorang pengunjung positif covid 19 hasil swab antigen. “Wanita itu bukan penanggung jawab, dia itu kakak ku, bang”ujarnya.
Sabar menjelaskan kakaknya berani mengamuk bentuk kekesalan kepada Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution yang berbicara terlalu arogan dan cafe nya itu sudah ditutup mulai jam 20.00 Wib sesuai himbauan Pemerintah. Seharusnya Camat itu yang humis saja menghadapi masyarakat karena kami cari makan nya.
“Gak mungkin kakak ku marah kalau bukan karna Camat nya yang arogan kali ngomongnya bg. Kita sudah tutup jam 8 malam mengikuti himbauan pemerintah, tadi malam hanya 5 orang pelanggan kerja dan pekerja. Masalah izin usaha bang, di cek ajalah semua usaha yang ada di Siantar Barat. Punya izin usaha apa enggak. Kadang-kadang apa kali, terlalu ribet kali kita yakan. Izin usaha semua segala macam yakan,”kata Sabar Sirait.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






