SIANTAR
Sempat menghebohkan masyarakat Kota Siantar, tas ransel bertuliskan “Awas Ada Bom” yang tergantung besi Simpang Tamah Hewan, Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat ternyata bongkaran keramik, Senin (30/8/2021) siang.
Menerima informasi dari masyarakat, Kapolres bersama Kasi Intel Korem 022/Pantai Timur (PT) Mayor Inf. Ali Siregar, Kasat Intel AKP Basri Lubis SH, MH, Kasat Lantas AKP Muhammad Hassan, SH, MH, Kapolsek Siantar Barat IPTU Ringgas Lubis dan Kanit Jahtanras Sat Reskrim IPDA Moses Butar-butar SH langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selanjutnya Kapolres memperintahkan anggotanya memasang garis larangan polisi atau Police Line dan menutup jalur supaya masyarakat tidak mendekat, kemudian Kapolres berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Sumut untuk menyeterilisasi apakah didalam tas ransel itu bom atau tidak.
Sekitar satu jam Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Sumut dipimpin Kompol Hendrik dan Wadanyon B AKP D Pelawi datang ke TKP. Setelah melakukan penyelidikan, salah satu personil Jibom Gegana mengevauasi tas ransel itu dan didalamnya ternyata berisi 1 buah batu bekas bongkaran keramik lantai rumah.
Kapolres Siantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar SIK kepada wartawan mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas siapa pelaku yang membuat terror tas ransel tersebut dan mengharapkan kepada masyarakat Kota Siantar ini,dan harapannya jangan sampai terulang kembali seperti ini demi kenyamanan masyarakat kota pematangsiantar.
“Kita akan usut tuntas siapa pelaku pembuat teror ini,”Pungkas Kapolres.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






