SIMALUNGUN
Kelompok Kerja (Pokja) Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Simalungun, menggelar pertemuan bulanan dengan agenda persiapan verifikasi tahap III dan review usulan program FLLAJ Simalungun Tahun 2022 di Patarias Coffee & Café Jalan Asahan, Kota Siantar, Sabtu (23/10/2021).
Pada pertemuan di bulan Oktober tersebut, hadir juga dari Satuan Lantas Polres Simalungun diantaranya KBO IPTU Anwarsyah Batubara, Kanit Patroli M Rizal dan Dodi Y Nainggolan.
Ketua Tim Pokja FLLAJ, Robert Ambarita menyampaikan, pertemuan rutin tersebut digelar setiap bulan yang dihadiri dari berbagai elemen, yakni pengamat perlalu-lintasan, Dinas Perhubungan, kalangan akademisi, jurnalis, organisasi angkutan darat (Organda), Sat Lantas Polres Simalungun dan lainnya.
“Dalam pertemuan tersebut, kita mengakomodir berbagai masukan yang berkaitan dengan bagaimana pengguna jalan dapat merasa lebih aman dan nyaman, khususnya di kawasan destinasi wisata kawasan Danau Toba yang ada wilayah Kabupaten Simalungun sebagai kawasan skala prioritas nasional,” kata Robert Ambarita.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator Pokja FLLAJ, Sabar Saragih memaparkan berbagai hal yang perlu dilengkapi untuk verifikasi tahap III. “Ada beberapa hal belum kita laksanakan, termasuk pertemuan bulanan untuk Oktober 2021 dan review usulan anggaran 2022, kemudian analisa black spot dan trouble spot rawan kecelakaan yang perlu diberi perhatian khususnya di kawasan destinasi wisata Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun,” kata Sabar Saragih.
KBO Sat Lantas, iPTU Anwarsyah Batubara menyampaikan paparan terkait black spot dan trouble spot terhitung 2018 hingga 2021. “Black spot itu berkaitan dengan kawasan rawan terjadinya kecelakaan mengakibatkan adanya korban jiwa. Sementara trouble spot, berkaitan dengan kawasan terjadinya kemacetan arus lalu lintas,” katanya.
Dijelaskannya, untuk black spot tahun 2018, lokasinya di Afeling 10-13, jurusan Siantar-Medan, Nagori Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Tahun 2019, Km 18-19, jurusan Siantar-Parapat, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Tahun 2020 di Jalan Asahan Km 4, Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun dan tahun 2021 di Jalan Asahan Km 4, Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
“Sedangkan untuk trouble spot, tahun 2018 hingga 2021, jalan umum Km 10, Jalan Siantar-Medan, tepatnya di depan SPBU Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun,”jelasnya.
Anwarsyah Batubara menyambut baik terbentuknya FLLAJ Simalungun, karena forum ini sudah lama diwacanakan. “Kita menyambut baik, karena dengan adanya forum tersebut, apalagi di dalam struktur terdapat beberapa pilar yang punya hubungan dengan lalu lintas angkutan jalan, akan sangat membantu dalam menciptakan rasa aman dan kenyamanan pengguna jalan, terkhusus di kawasan destinasi wisata Danau Toba, wilayah Kabupaten Simalungun,” kata Anwarsyah Batubara.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Organda Simalungun, Ringkas Tarigan (anggota), Elsa Saragih (Sekretaris Pokja LLAJ), Ingot Simangunsong (anggota, unsur media), dan Zainal Effendi (IT mediaonline fllajsimalungun.com).
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






