MEDAN II
Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak mengingatkan kepada pengusaha, produksi tahu di Kelurahan Mabar, Medan Deli untuk melengkapi izin usaha dan menjaga higienitas produksinya.
“Kami tidak anti dengan pengusaha, apalagi pelaku UMKM seperti ini. Malah kami mendukungnya. Tapi, dilengkapilah izin usahanya,” kata Paul Mei Anton Simanjuntak saat memimpin sidak rombongan Komisi 4 DPRD Kota Medan ke dua pabrik tahu di Jalan Makmur Lingkungan 10, Kelurahan Mabar, Medan Deli, Selasa (27/1/2026).
Selain masalah izin, Paul juga mengingatkan agar pelaku UMKM yang memproduksi tahu itu menjaga higienitas produksinya.
“Jenis usaha ini kan memproduksi makanan. Harus dijagalah higienitasnya. Jangan lah kotor seperti ini. Jangan pula ada konsumen yang sakit gara-gara mengkonsumsi makanan yang tidak higienis,” tegasnya.
Pada dasarnya, Paul menambahkan kelengkapan izin usaha di bidang makanan dan higienitas sangat berkaitan.
“Karena izin usahanya tidak akan dikeluarkan, apabila tidak memenuhi syarat. Salah satu syaratnya izin usaha di bidang makanan ini adalah higienis,” pungkasnya.
Diketahui, rombongan Komisi 4 DPRD Kota Medan bersama sejumlah OPD Pemko Medan melakukan sidak di dua pabrik tahu yang berbeda di Jalan RPH, Gang Makmur, Lingkungan 10, Kelurahan Mabar, Medan Deli.
Dalam sidak tersebut, Komisi 4 DPRD Kota Medan menemukan salah satu pabrik tahu yang tidak higienis. Tempat produksinya terlihat kotor.
Pemilik pabrik tahu itu, Budi mengaku tidak memiliki saluran drainase di kawasan pabrik tahunya itu.
“Akses parit kami memang gak ada. Kami numpang akses parit yang ada dekat tol di seberang ini,” paparnya.
Terkait dengan sejumlah izin, Budi mengatakan pihaknya sudah pernah mengurus PBB untuk usahanya itu, namun ditolak instansi pemerintah terkait.
“Mau ngurus PBB pun ditolak-tolak aja. Saya berharap, pemerintah menyediakan wadah komunitas untuk pelaku UMKM seperti kami. Karena selama ini kami berdiri sendiri,” ujarnya.
Lain halnya dengan Andre. Sebagai pengusaha pabrik tahu yang memiliki lokasi usaha yang hanya berjarak beberapa meter saja dengan pabrik tahu milik Budi, mengaku siap mengurus izin usaha yang belum lengkap.
“Izin kami lengkap tapi kalau masih ada yang kurang, kami akan melengkapinya. Masalah higienis, kami selalu menjaganya,” pungkasnya .(ROM)





