MEDAN II
Kisah sedih dan duka tepatnya di Dusun I Sosor Simbolon, Desa Sijambur, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir, kini berbuah keindahan satu perjalanan anak yatim piatu serta mengukir begitu besarnya kuasa Tuhan.
Ya, 6 tahun silam terjadi peristiwa yang menggemparkan kawasan Pulau Samosir, dimana seorang ayah yang merupakan Raja Adat, Rianto Simbolon menjadi korban pembunuhan.
Almarhum Rianto Simbolon meninggalkan 7 orang anak yaitu 4 laki-laki dan 3 perempuan. Anak-anaknya menjadi yatim piatu.
Namun, semuanya telah berlalu seiring mimpi yang tergapai, dimana ; Baen P Simbolon kini telah resmi mengabdi kepada negara sebagai prajurit Tentara Nasional Republik Indonesia (TNI).
Hal tersebut disampaikan, Eron Sinaga kepada jurnalx.co.id, dimana sebagai wartawan saat kasus menggemparkan Kabupaten Samosir tabir misteri itu telah tertutup kabut karena dinyatakan sebagai korban laka lantas.
Hingga bersama Dwi Ngai Sinaga SH MH sebagai advokat membentuk tim agar kasus itu viral.
Saat adanya kejanggalan kasus akhrinya kasus itu bergulir dari Polres Samosir ke Polda Sumut yang ditangani langsung Wadirreskrimum Polda Sumut yang saat itu dijabat Kombes Pol Faisal Florentinus Napitupulu, S.I.K. M.H kini bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Polair Baharkam Polri.
“Horas, bang si Baen kini sudah jadi tentara, namanya sekarang Prada Baen P Simbolon,” kata Eron Sinaga, Kamis (5/2/2026).
Ia mengatakan bahwa setelah selesai pendidikan di SMA HKBP Panguruan memberanikan diri mendaftar sebagai prajurit TNI melalui jalur Tamtama hingga akhirnya murni diterima dan dinyatakan lulus.
“Untuk saat ini Baen masih fokus persiapan penempatan di kesatuan mana, tapi katanya mau ambil jalur Kopassus,” katanya.
Dalam video yang diterima, Prada Baen P Simbolon tampak gagah mengenakan seragam dan air mata haru berlinang karena tidak menyangka telah resmi menjadi TNI. (ROM)






