SIMALUNGUN II
Seksi Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Simalungun memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada para peserta dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Kemitraan Polisi dan Masyarakat (Polmas). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri dalam membekali masyarakat dengan keterampilan dasar penyelamatan nyawa, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan warga dalam menjaga keselamatan bersama.
Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi awak media pada hari Selasa (28/7/2026) malam.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui semangat Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang Berintegritas dan Humanis dalam Melayani Masyarakat.
“Sie Dokkes Polres Simalungun memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dalam rangka giat Pelatihan Kemitraan Polisi dan Masyarakat atau Polmas,” ujar AKP Verry Purba.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juli 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung MUI, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Pelatihan ini menyasar para peserta Polmas yang merupakan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Simalungun.
Kasidokkes Polres Simalungun dr. Sirovenesia Banjarnahor, yang bertindak sebagai instruktur dalam pelatihan tersebut, menjelaskan bahwa materi BHD sengaja diberikan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar dalam menangani kondisi darurat medis di lingkungan sekitar mereka.
“Pelatihan ini diberikan untuk mengenalkan tindakan apa yang harus dilakukan bila menemukan korban pingsan, henti jantung, maupun tidak sadarkan diri,” ucap dr. Sirovenesia Banjarnahor.
Ia menambahkan, kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan sangat penting dimiliki oleh masyarakat umum, mengingat kondisi darurat medis dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sementara bantuan tenaga medis profesional terkadang membutuhkan waktu untuk tiba di lokasi kejadian.
“Semakin cepat dan tepat penanganan awal yang diberikan kepada korban, semakin besar pula peluang keselamatan nyawa korban tersebut,” ungkap dr. Sirovenesia Banjarnahor menekankan pentingnya materi yang disampaikan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan langkah-langkah dasar penanganan korban, mulai dari cara mengenali tanda-tanda henti jantung, teknik memberikan pertolongan pada korban yang tidak sadarkan diri, hingga simulasi langsung penanganan kondisi darurat sesuai standar prosedur kesehatan.
Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Simalungun, di antaranya Wakapolres Kompol Imam Alriyuddin, S.H. M.H, Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu, KBO Sat Binmas Iptu Arifin Harahap, serta Kasidokkes dr. Sirovenesia Banjarnahor selaku pemateri utama. Selain itu, hadir pula para Bhabinkamtibmas sejajaran Polres Simalungun, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, serta seluruh peserta pelatihan Polmas.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat, baik yang bersifat medis maupun kebencanaan.
“Kami mengapresiasi antusiasme seluruh peserta Polmas yang mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, mengingat ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat diterapkan langsung di lingkungan masing-masing,” kata dr. Sirovenesia Banjarnahor.
Selama kegiatan berlangsung, situasi pelatihan tercatat berjalan aman dan lancar, dengan seluruh peserta mengikuti setiap sesi materi dan praktik yang diberikan hingga akhir kegiatan.
Program Kemitraan Polisi dan Masyarakat (Polmas) sendiri merupakan salah satu strategi pemolisian masyarakat yang terus digencarkan Polres Simalungun, dengan tujuan membangun kedekatan antara Polri dan warga, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat kesehatan.
Polres Simalungun menegaskan akan terus melanjutkan program pelatihan serupa secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama, guna mendukung terciptanya lingkungan yang lebih siaga dan tanggap terhadap berbagai situasi kegawatdaruratan di Kabupaten Simalungun. (*/JX)






