MEDAN II
Peristiwa terbakarnya pabrik sandal swallow – PT Garuda Mas Perkasa di Jalan Yos Sudarso, Medan Deli pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan mengerahkan sebanyak 20 unit mobil armada kebakaran dengan melibatkan bantuan dari Pemprovsu, Pemkab Deli Serdang, Pemko Binjai dan Brimob Sumut.
“Pabrik sandal swallow ini terbakar pada pukul 21.30 Wib. Saat kami memasuki area kawasan tim tidak bisa masuk karena asap dan api telah membumbung tinggi.Jadi, resiko sangat tinggi selain banyak karet juga terdapat bahan-bahan lainya yang mudah terbakar,”kata Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan Wandro Malau kepada jurnalx.co.id, Rabu (28/1).
Dikatakan, Wandro luas area yang terbakar sekitar 3 hektar lebih, sehingga meminta bantuan ke wilayah terdekat.
“Luasnya are lahan, serta kondisi lokasi banyak bahan mudah terbakar.Maka kita libatkan tim unit kebakaran dari pemerintah propinsi, Pemkab Deli Serdang, Pemko Binjai dan Brimob Sumut,” kata Wandro yang kurang lebih 12 jam masih berupaya berjibaku memadamkan api.
Gudang Penyimpanan
Sedangkan, Maya Novianty, HRD PT Garuda Mas Perkasa, mengatakan bahwa gudang yang terbakar merupakan tempat penyimpanan seperti boneka, sandal yang akan di diperjualbelikan.
Dimana pabrik tersebut memproduksi sandal swallow dan lainya.
Ia mengatakan peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 21.50 WIB bertepatan waktu istirahat dan pergantian shift dari shift kedua ke shift ketiga. Kondisi itu membuat area pabrik relatif kosong saat api mulai muncul.
Disinggung soal korban jiwa, dikatakan Maya hingga saat ini tidak ada yang menjadi korban kebakaran.
Peristiwa kebakaran ini sendiri membuat kawasan Jalan Yos Sudarso, Medan harus ditutup dan kepulan asap membumbung tinggi menyelimuti kawasan Kota Medan. (ROM)





