SIANTAR
Setelah beberapa waktu yang lalu warung rokok nya disantroni maling, Ibu Jamila (56) warga Jalan Kartini, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar kembali harus mengalami kesedihan. Tepat Hari Rabu (17/6/2020) sore sekira pukul 17.00 Wib diduga modus ganja mesin ATM membuatnya harus mengalami kehilangan uang sebesar Rp12 juta dari Kartu ATM Bank Mandiri nya.
Kejadian itu di Gerai atau Mesin ATM Indomaret Jalan Rajamin Purba Simpang Jalan Kartini, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat. Sore itu, Jamila datang ke Indomaret yang terletak sekitar 30 meter dari rumahnya itu untuk mengambil uang dari rekening ATM nya.
Saat di Indomaret, Jamila mau memasukkan kartu ATM nya tetapi salah satu dari tiga terduga pelaku meminta terlebih dahulu memasukkan kartu ATM nya karena hanya mau mencek saldo nya. Namun, saat Jamila memasukkan kartu ATM nya ternyata merasa kartu nya itu tersangkut karena diduga pelaku tersebut mengganjal sesuatu di mesin ATM tersebut.
Lalu Pelaku itu berpura pura menolong. Merasa kartu ATM nya itu sudah dibantu dikeluarkan dan dimasukkan ke kantong nya, Jamila langsung pergi pulang.
“Sore itu aku pas mau ambil uang di gerai ATM Indomaret. Saat aku memasukkan kartu ATM tapi malah tersangkut kemudian tiba-tiba tiga orang lelaki berada di belakang nolongin. Begitu kartu bisa keluar, perasaan kartu sudah ku kantongi, makannya langsung ku tinggal,”ujar Jamila ditemui dirumahnya Hari Jumat (19/6/2020) siang.
Jamila menambahkan, setiba dirumahnya Jamila baru menyadari kartu ATM nya tidak ada di kantong dan tas nya sehingga Jamila kembali lagi ke Indomaret itu tapi kartu ATM nya juga tidak ada sehingga membuatnya menduga dicuri ketiga pelaku itu. Karyawan Indomaret menyuruhnya agar melaporkan ke Bank Mandiri. Hanya saja kondisi sudah sore, membuat Jamila baru esok harinya Kamis (18/6/2020) pagi sekira pukul 10.00 Wib Ke Bank Mandiri.
Pegawai Bank Mandiri setelah melakukan pemeriksaan memberitahukan uang Rp12 jut di ATM nya sudah diambil melalui transaksi dan sisa Rp183 ribu. Mendengar itu Jamila pergi ke Indomaret dekat rumahnya itu dan setelah rekaman CCTV dibuka karyawan terdapat tiga orang laki laki terduga pelaku sudah mengikutinya.
“Mungkin lubang mesin ATM itu sudah diganjal sebelumnya. Baru kusuruh lah pegawai indomaret memutar CCTVnya. Dari isi rekaman, ternyata ketiga pemuda yang menolongku itu pelakunya. ATM ku yang ku kira sudah ku masukkan, itu yang di ambilnya, tangannya pun cepat kali,”tambahnya.
Jamila kembali mengatakan ketiga pelaku itu satu pelaku baju putih berbadan besar sebagai pemantau situasi dengan berdiri dibelakangnya sedangkan satu pelakunya lagi berbaju hitam, berpura-pura ingin memberikan pertolongan pada dirinya.
“Kejadian ini baru tadi sudah ku laporkan ke Polsek Siantar Barat, karena saya sudah merugi sampai Rp12 juta. Polisi pun juga sudah cek TKP tadi, sekalian ngambil isi dari rekaman CCTV,” tutupnya Jamila sembari berharap kepada polisi agar pelaku cepat tertangkap.
Terpisah, Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya membenarkan telah menerima laporan pengaduan korban Jamila tersebut. Bahkan, saat ini pihaknya masih melakuan lidik. “Sudah kita terima laporan korban, pelaku pun masih kita lidik sekaligus mengumpulkan saksi-saksi di lokasi,”kata Kapolsek singkat.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






