MEDAN II
Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menghormati Hak Asasi Manusia (HAM), terutama di lingkungan sekolah.
Hal itu disampaikan, Binsar Simarmata saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahun Anggaran 2026 bertema “Hak Asasi Manusia (HAM)” di halaman SMP Budi Murni 2, Jalan Kapiten Purba, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Dosen Universitas Katolik (Unika) Medan, Dr. Berlian Simarmata, SH., M.Hum, serta dihadiri kepala sekolah, jajaran guru, dan ratusan siswa.
Dalam pemaparannya, Binsar mengatakan, kelima sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang berkaitan erat dengan penghormatan terhadap HAM. Karena itu, Pancasila harus dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pergaulan di sekolah.
Menurut politisi Partai Perindo yang duduk di Komisi 2 DPRD Kota Medan tersebut, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dengan menghormati perbedaan suku dan latar belakang, menjaga persatuan, serta memperlakukan setiap orang secara adil.
“Di balik semua sila Pancasila, terdapat makna yang berkaitan dengan HAM. Dengan keberagaman suku di lingkungan sekolah, kita harus saling menghargai. Siswa juga memiliki hak mendapatkan pelajaran, menggunakan fasilitas sekolah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta bertanya kepada bapak dan ibu guru,” ujar Binsar.
Dikatakan legislatir dari Dapil V yang meliputi Medan Tuntungan ini menjelaskan, hak-hak yang diperoleh siswa harus diimbangi dengan pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab sebagai pelajar.
Binsar mengingatkan para siswa agar senantiasa berperilaku baik, sopan, dan santun kepada guru, teman, serta seluruh warga sekolah.
“Banyak hak yang diperoleh anak-anakku selama berada di sekolah. Namun, kalian juga memiliki kewajiban untuk berperilaku baik dan menghormati guru serta teman. Jadilah pelajar yang baik, duduk dengan tertib, mendengarkan guru saat pelajaran berlangsung, dan jangan mengganggu teman yang sedang belajar,” tegasnya.
Selain itu, Binsar mengajak para siswa membangun sikap toleransi dan saling menghormati tanpa membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang tertentu.
Ia juga mendorong para siswa untuk terus mengingat dan mengamalkan Pancasila. Sebagai bentuk motivasi, para siswa diminta menyampaikan pemahaman mereka mengenai Pancasila sekaligus mengucapkan Salam Pancasila.
Sementara itu, Dosen Unika Medan, Dr. Berlian Simarmata, SH., M.Hum, menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara dan ideologi bangsa, tetapi juga pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai penghormatan terhadap HAM.
Menurut Berlian, hak asasi manusia merupakan hak dasar yang melekat pada setiap orang sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, setiap individu harus menghormati hak orang lain demi menjaga kehidupan yang harmonis dan mencegah perpecahan.
“Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang diperoleh seseorang sebagai anugerah Tuhan. Karena itu, HAM bersifat universal dan harus dihormati,” jelas Berlian.
Ia menambahkan, nilai persatuan dan kesatuan harus terus dipelihara dengan mengedepankan sikap saling menghargai. Penghormatan terhadap HAM juga harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan sekolah.
Berlian secara khusus mengingatkan para siswa SMP agar tidak membeda-bedakan teman. Menurutnya, sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan setiap orang untuk memperlakukan sesama dengan penuh penghormatan.
“Adik-adik kami di tingkat SMP, jangan ada perbedaan perlakuan terhadap teman. Sesuai makna sila kedua Pancasila, kita harus saling menghormati satu sama lain. Jika kita saling menghargai dan menyayangi, berarti kita telah menghormati hak asasi manusia orang lain,” tutupnya.
Acara ini dirangkai dengan sesi tanya jawab soal Pancasila kepada para pelajar yang disambut dengan antusias. (ROM)






