JAKARTA
Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose menghadiri kegiatan Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu 1,129 Ton Jaringan Timur Tengah-Indonesia, di Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021).
Pada kesempatan itu Kepala BNN turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang sudah dicapai jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat kemudian memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam upaya bersama perang melawan narkoba.
Kegiatan Press Relase itu dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam sambutannya, Kapolri memberikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri khususnya Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat yang telah bahu membahu mengungkap jaringan sindikat Timur Tengah-Indonesia dengan barang bukti yang fantastis.
“Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas Transnational Organized Crime (TOC). Sebelumnya, Polri juga telah berhasil mengungkap jaringan serupa yaitu dari Timur Tengah, sejak Januari hingga April 2021 dengan barang bukti seberat 2,5 ton shabu,”ujar Kapolri.
Lebih lanjut Kapolri menjelaskan seluruh barang bukti yang digelar ini diperoleh dari empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda. Adapun rangkaian pengungkapan ini dilaksanakan sepanjang bulan Mei hingga Juni 2021. Di TKP pertama yaitu di Gunung Sindur Bogor, petugas menyita barang bukti sabu seberat 393 kg dari tersangka berinisial NR dan HA.
Di TKP kedua yaitu Ruko Pasar Modern Bekasi, petugas menyita sabu seberat 511 kg dari tersangka berinisial NW, CSN (WNA Nigeria), dan UCN (WNA Nigeria). Lalu di TKP ketiga, yaitu Apartemen Basura, petugas menyita sabu seberat 50 kg dari tersangka berinisial AK dan di TKP keempat, yaitu Apartemen Green Pramuka, petugas menyita sabu seberat 175 kg dengan tersangka H (DPO).
“Dengan penyitaan barang bukti yang sangat besar ini sangat memperihatinkan karena di tengah situasi pandemi Covid-19, namun laju peredaran narkoba masih sangat tinggi. Oleh itu pentingnya peningkatan kerja sama dengan BNN, Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,”jelas Kapolri.
Diakhir kata sambutannya, Kapolri menegaskan dalam konteks upaya penanggulangan narkoba dapat digaris bawahi pentingnya pelibatan unsur masyarakat dengan membangun kampung tangguh narkoba. “Pengungkapan kasus ini bernilai sangat penting, karena dengan penyitaan 1,129 ton sabu, Polri telah menyelamatkan sekitar 5,6 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba,”Pungkas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sementara Kabareskrim Polri, Drs. Agus Andrianto, SH, MH mengatakan bahwa tingginya angka pengungkapan peredaran narkotika merupakan bukti bahwa jajaran kepolisian telah melaksanakan Instruksi Kapolri untuk terus menindak kejahatan transnational dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba.
Sumber : Biro Humas dan Protokol BNN RI
Editor ; Freddy Siahaan






