SIANTAR
Paneriadi Harahap (55) operator alat berat Proyek Jalan Tol Serbelawan-Kota Siantar tewas setelah sepedamotornya Honda CBR BK 6586 AHC menabrak truk cold diesel berplat nomor polisi (nopol) BA 9802 KU diapil Jalan Bali, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, Senin (6/7/2020) malam sekira pukul 23.30 Wib.
Awalnya Paneriadi mengendarai sepedamotor Honda CBR nya datang dari arah Jalan Pdt. J.Wismar Saragih menuju arah Jalan Bali. Setiba di Apil Jalan Bali tiba tiba sepedamotor dikendarai Paneriadi menabrak bagian samping truk cold diesel plat nopol BA 9802 KU dikemudikan Oki Ade Saputra (32) warga Kota Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat yang datang dari arah Eks Terminal Sukadame Jalan Sisingamangaraja menuju arah Mako Rindam 1/I Bukit Barisan.

Tubuh Paneriadi diketahui bekerja dibawah naungan PT. Hutama Karya (HK) itu terkapar bersimbahkan darah di aspal sedangkan sepedamotornya masuk ke kolong truk dan diseret sekitar 10 meter. Tidak lama kemudian Personil PIket Unit Laka Sat Lantas Polres Siantar datang menolong Paneriadi ke RS Vita Insani.
Hanya saja setiba diruangan IGD RS Vita Insani, Tim Medis menyatakan Paneriadi sudah tewas sehingga personil Unit Laka membawa jenajah Paneriadi visum ke ruangan jenajah RSUD dr. Djasamen Saragih. Selanjutnya, personil Unit Laka melakukan olah TKP sembari mengamankan barang bukti truk cold diesel dan sepedamotor Honda CBR tersebut.
Sementara itu, Syahrial rekan Paneriadi di ruangan jenajah mengatakan Paneriadi mengajaknya dan beberapa temannya untuk makan malam ke Pusat Jajanan Malam Siantar Square Jalan Vihara dan saat itu Paneriadi sendirian mengendarai sepedamotor Honda CBR tersebut dibelakang mobil dikemudikannya.
Hanya saja saat berjarak sekitar 500 meter tiba tiba terdengar suara benturan keras dan setelah melihat kaca spion mobil nya sudah tidak terlihat keberadaan Paneriadi. Merasa curiga membuatnya memutar balik laju mobilnya dan menemukan Paneriadi sudah tabrakan dengan truk cold diesel dan terkapar di aspal.
“Ketua, malam ini kita harus makan di siantar square,” ujar Syahrial mengulangi perkataan Paneriadi untuk mengajaknya makan malam sebelum tabrakan.
Syahrial menambahkan, sebelum tabrakan itu tanpa disadarinya Paneriadi sudah memberikan tanda tanda akan meninggal. Dimana siang harinya saat disalah satu warung yang bisa langganan mereka, Paneriadi menanyakan berapa hutang nya karena mana tahu mati karena Paneriadi gak mau meninggalkan hutang.
“Berapa hutang ku, bu. Mana tahu nanti mati aku. Aku ga mau meninggalkan hutang,”kata Syahrial kembali mengulangi perkataan diucapkan Paneriadi yang tak disadari menjadi tanda tanda akan kehilangan sosok Paneriadi yang dikenal sangat baik itu untuk selama selamanya.
Hingga berita ini diturunkan ke redaksi, pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi karena masih melakukan pemeriksaan saksi saksi dan jenajah Paneriadi Harahap dibawa dua orang perwakilan rekan kerjanya ke rumahnya di Kota Medan.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






