SIMALUNGUN II
PT Evyap Sabun Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun terbakar pada Kamis pagi (3/9/2026) sekira pukul 10.10 WIB.
Menerima laporan warga, Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M respon cepat pimpin pengecekan ke TKP.
yang turun langsung ke lokasi peristiwa
Dalam keterangannya, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba SH menjelaskan bahwa kehadiran langsung Kapolres Simalungun ke lokasi kejadian merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sejalan dengan komitmen Polres Simalungun Polda Sumatera Utara dalam memberikan pelayanan yang berintegritas dan humanis, khususnya dalam merespons cepat setiap kejadian darurat yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Kapolres Simalungun beserta Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, dan Kapolsek Bosar Maligas beserta personel Polri langsung turun ke lokasi guna membantu pengamanan dan pendataan para korban,” ujar AKP Verry Purba.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada hari Kamis (3/9/2026) pagi sekira pukul 10.10 WIB, tepatnya di bagian pabrik Biding milik PT Evyap Sabun Indonesia yang berada di kawasan KEK Sei Mangkei.
Menjelaskan kronologi kejadian, AKP Verry Purba menyebutkan bahwa hingga pukul 14.00 WIB, sumber pasti penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, namun berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali diperkirakan muncul dari lantai 3 atau lantai 4, yang disertai suara dentuman di bagian pabrik Biding.
“Sumber api hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebabnya, namun diperkirakan pertama kali muncul dari lantai 3 atau 4 disertai suara dentuman,” ucap AKP Verry Purba.
Ia menjelaskan bahwa dalam peristiwa tersebut, tercatat tiga orang pekerja meninggal dunia, yang diketahui berprofesi sebagai Helper Las dari PT Nirwana Mahanu Putra, selaku vendor konstruksi PT Evyap Sabun Indonesia. Ketiga korban masing-masing bernama Nasri Efendi (43), Mhd. Rifaldi (26), dan Sumadi (39), yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Batu Bara.
“Ketiga korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan, namun karena kondisinya telah meninggal dunia, selanjutnya dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Perdagangan,” ungkap AKP Verry Purba.
Berdasarkan keterangan Fauzi, selaku leader PT Nirwana Mahanu Putra, ketiga korban baru bekerja selama empat hari dan tengah melaksanakan pekerjaan finishing atau pengelasan di lantai 6 gedung pabrik.
“Ketiga korban baru bekerja selama empat hari dan sedang melaksanakan pekerjaan pengelasan di lantai 6 gedung pabrik,” kata AKP Verry Purba.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiga korban diduga terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api dan asap yang telah memasuki lantai 6, disertai suara dentuman yang diduga ledakan, sehingga ketiganya berupaya melompat dari ketinggian dan meninggal dunia akibat terjatuh.
Terkait upaya pemadaman, AKP Verry Purba menjelaskan bahwa sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai instansi, meliputi 2 unit dari Kinra, 1 unit dari PT Evyap, 3 unit dari Pemkab Simalungun, 3 unit dari Pemkab Batu Bara, 1 unit dari TNI AD, 1 unit AWC dari Brimob Kompi II B Siantar, 1 unit dari PT Basic, dan 1 unit dari Pemko Siantar.
“Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di lokasi kejadian,” tutur AKP Verry Purba.
Ia menambahkan bahwa personel Polres Simalungun telah melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Karya Husada, dan hingga pukul 14.00 WIB, pihak rumah sakit menyatakan belum ada korban lanjutan yang datang akibat peristiwa kebakaran tersebut.
“Hasil pengecekan ke rumah sakit, belum ada korban lanjutan yang datang akibat peristiwa kebakaran ini,” jelas AKP Verry Purba.
Menutup keterangannya, AKP Verry Purba menyampaikan bahwa ketiga jenazah korban telah dijemput oleh pihak keluarga menggunakan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka, sementara proses pemadaman api di lokasi hingga saat ini masih terus berlangsung.
“Para korban telah dijemput pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka, dan hingga kini proses pemadaman api masih berlangsung,” tutup AKP Verry Purba.
Kapolres Simalungun beserta jajaran menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa para korban, sekaligus menegaskan komitmen Polres Simalungun untuk terus memantau perkembangan penanganan kejadian ini hingga proses evakuasi dan penyelidikan penyebab kebakaran dapat dituntaskan secara menyeluruh. (JX)






