MEDAN II
Lamsihar Banjarnahor berhasil menyandang Magister Teknologi Informasi (MTI) setelah lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 di Universitas Panca Budi Medan, Senin (22/6).
Sosok Lamsihar bukan sekadar mahasiswa berprestasi. Ia pejuang yang banyak mengalami pergumulan.
Lamsihar berasal dari Huta Bakara, Desa Marbun, Kabupaten Humbahas, kemudian merantau ke Kota Medan tahun 2010.
Bertahan hidup di Kota Metropolitan, Lamsihar Banjarnahor rela bekerja sebagai buruh cuci piring yang hanya diupah Rp 15 ribu per hari.
“Hidup memang keras. Saya cuma sanggup kerja (cuci piring) tiga bulan. Tanganku melepuh karena setiap hari kena sambal sisa piring kotor,” kata Lamsihar kepada wartawan.
Setelah menjadi buruh cuci piring, Lamsihar melamar kerja di percetakan dekat pintu I Universitas Sumatera Utara (USU).
Pekerjaan ini ternyata belum mengubah nasibnya, selama bekerja delapan tahun Sihar hanya digaji Rp 150 ribu per bulan.
“Gaji kecil, tapi di sini saya belajar desain percetakan dan komputer,” sambungnya.
Tahun 2018, Lamsihar mengambil keputusan penting yang mengubah kehidupannya.
Ia menjual sepeda motor dan meminjam uang ke abangnya, Jaendar Banjarnahor, untuk memulai bisnis percetakan.
“Punya modal awal hanya Rp 20 juta,” ucapnya.
Tiga bulan usaha berjalan, masalah finansial belum berakhir.
Permasalahan ini diketahui para kerabat, satu di antaranya Androf Simamora yang memberikan tambahan modal Rp 10 juta.
“Uang itu untuk uang muka mesin fotocopy. Saya juga meminjam lagi ke Bang Jaendar Rp 50 juta untuk beli komputer dan printer,” tutur Lamsihar.
Kerja kerasnya membuahkan hasil, delapan tahun menjadi pengusaha Lamsihar sudah memiliki tiga percetakan di sekitar kampus Universitas Sumatera Utara (USU).
Mimpi Sihar ternyata belum berhenti, Lamsihar bahkan masih bermimpi semoga bisa menjadi Doktoral.
“Berada di posisi ini sangat luar biasa, dari 2010 sampai sekarang penuh perjuangan. Ini juga bisa memotivasi banyak orang agar kerja keras dan bermimpi besar,” tuturnya.
Tak lupa Lamsihar mengapungkan ucapan terima kasih kedapa para dosen Universitas Panca Budi: Assoc. Prof. Dr. Zulham Sitorus, S.Kom., M.Kom,Dr. Muhammad Irfan Sarif, S.T., M.Kom, dan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syahputra Novelan, S,Kom., M.Kom.
“Terlebih buat istri tercinta Julita Napitupulu yang selalu mendukung saya sampai saat ini,” ucapnya mengakhiri.
Biofile
Nama : Lamsihar Banjarnahor
Nama Istri : Julita Napitupulu, A.Md.Pel
Nama Ayah : Alm. St. G. Banjarnahor
Nama Ibu : Alm. R. Lumban Gaol
Nama Mertua Laki-Laki : Alm. B. Napitupulu
Nama Mertua Perempuan : Alm R. Sinaga. (ROM)






