MEDAN II
Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP-MBG) Sumatera Utara (Sumut/ menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumut, Jumat (19/6/2026).
Dalam aksinya massa membawa misi secara tegas menolak wacana penghapusan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak peningkatan ketat pada kualitas serta akuntabilitas pengawasan distribusi anggaran di lapangan.
Massa yang bergerak dengan rute long march dari titik kumpul di Medan Club menuju Kantor Gubernur Sumut ini memperlihatkan soliditas lintas elemen masyarakat sipil.
Mulai dari kelompok pedagang, buruh, ibu rumah tangga membaur menjadi satu barisan. Kehadiran berbagai elemen ini menandakan bahwa isu ketahanan pangan anak dan transparansi anggaran telah menjadi kepentingan mendasar yang menyentuh langsung dapur masyarakat bawah.
Koordinator Aksi, Suratman dan Wildan Ansori Hasibuan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi nyata dari hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Mereka memandang program ini sebagai bentuk pengabdian kolektif demi mempersiapkan generasi masa depan.
”Kami bergerak untuk mendukung penuh keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai fondasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Namun, di saat yang sama, kami menuntut Badan Gizi Nasional untuk melakukan evaluasi total pada standar keamanan pangan dan menindak tegas setiap indikasi penyelewengan anggaran. Kami tidak ingin program mulia ini dicoreng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas perwakilan aksi dalam orasinya.
Aspirasi ribuan massa ini langsung mendapat respons dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara langsung turun menemui massa aksi di depan gerbang kantor.
Guna mencari solusi yang konstruktif, Bobby kemudian mengajak sejumlah perwakilan massa masuk ke dalam ruang rapat untuk berdiskusi dan membedah poin-poin tuntutan secara komprehensif.
Selepas diskusi, Bobby Nasution menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Sumatera Utara ini langsung ke tingkat pusat.
Ia berjanji akan menyampaikan petisi tertulis dari LMP-MBG ke hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Di hadapan awak media, Bobby juga menggarisbawahi dampak eksponensial (multiplier effect) dari program nasional ini, baik dari aspek sosial-pendidikan maupun pertumbuhan ekonomi lokal.
”Keberadaan Program Makan Bergizi Gratis ini membawa dampak yang sangat baik, tidak hanya bagi kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam ekosistem penyediaannya,” ujarnya.
Bahkan saat ini, lanjut Bobby, program ini telah menjadi salah satu indikator penting bagi para orang tua siswa dalam menentukan sekolah untuk anak mereka.
“Kita memiliki frekuensi yang sama untuk menjaga kualitas program ini agar tetap berjalan prima,” urai Bobby Nasution secara lugas.
Aksi diakhiri dengan penyerahan dokumen petisi secara formal, dan massa membubarkan diri dengan tertib.
Sebelumnya massa juga mengumpulkan petisi tanda tangan di spanduk putih untuk mendukung program MBG agar dilanjutkan. (ROM)






