SIANTAR
Tanpa diketahui apa kesalahan yang telah diperbuatnya, M Siahaan (47) Pendeta (Pdt) salah satu Gereja warga Kota Siantar, M Siahaan kondisi bengkak dan biram dibagian mata nya setelah dianiaya seorang pria tak dikenal mengaku aparat didalam bus Po Intra, Sedangkan supir dan kernek diam, Senin (13/9/2021) dini hari.
Ditemui pada sore harinya sekira pukul 17.00 Wib Pdt M Siahaan mengatakan awalnya Senin (13/9/2021) dini hari sekira pukul 00.05 WIb Ia naik bus Intra Patas dari daerah Balam, Provinsi Riau menuju pulang ke rumahnya di Kota Siantar karena mau membawa isterinya yang sakit untuk berobat.
Saat itu didalam bus Intra terdapat belasan penumpang, dua supir dan satu kernek. Setiba di Sei Beluru Kabupaten Asahan seorang pria bertubuh agak gemuk naik kemudian pria itu mengaku aparat secara kasar menyuruhnya bergeser karena hendak duduk dibangku sebelahnya yang memang kosong. “Awas, ini aparat,”ujar korban meniru perkataan pria itu.
Mendengar itu membuat nya terbangun dan menyatakan kalau aparat kenapa rupanya. Pria memakai kaos putih dilapis jaket hijau dan celana jeans biru itu langsung menumbuk dada dan wajah sebelah kanannya. Begitupun perilaku arogan pria itu tidak dibalas nya dan berpindah tempat duduk disamping supir.
Setiba di Desa Gajah, Kisaranyang masih wilayah Kabupaten Asahan, tiba tiba pria itu mendatanginya dan memaksa nya turun dari dalam bus bahkan beberapa kali menendang dada dan menumbuk wajahnya. Begitpun supir 2 bermarga Sihotang tidak melajukan bus tersebut ke Kantor Polisi terdekat melainkan tetap melaju.
Mengetahui bus itu melaju pelan membuat nya pun nekat keluar dari dalam bus tersebut sembari menahankan sakit akibat dianiaya. Berjarak sekitar 10 meter itu Supir 2 bermarga Sihotang baru memberhentikan laju bus tersebut kemudian supir 1 bermarga Silitonga yang sebelumnya tidur dilihatnya turun dari dalam bus dan berbicara dengan pria itu diluar. Selang 10 menit kemudian, supir marga Silitonga menemuinya yang berdiri dibelakang bus tersebut dan menanyakan apa yang terjadi.
Ia pun menjawab tidak mengetahui apa kesalahannya. Saat itu tiba tiiba pria itu datang dan mengatakan kepadanya, “Aku baru dari TimTim, udah banyak ku hisap darah. Sudah banyak menunggu mu didepan Kodim”. Mendengar itu korban pun tetap sabar dan meminta maaf. Lalu pria itu menyuruh nya kembali naik ke dalam bus Intra itu dan duduk disamping supir.
Pagi harinya sekira pukul 07.30 Wib pria itu menyuruh supir berhenti tepat didepan Mako Kodim 0207/Simalungun Jalan Asahan Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun kemudian pria itu turun dari dalam bus Intra sembari mengatakan kepadanya, “Gak ikut kau turun,” kemudian Bus Intra itu melaju hingga ke loket yang ada di Kota Siantar.
Setiba di rumahnya, tiba tiba isterinya mempertanyakan kenapa dengan wajahnya. Sadar wajahnya sebelah kananya sudah bengkak dan biram membuatnya pun berusaha mengobati sendiri dengan mengkompres supaya tidak bengkak lalu menceritakan kejadian penganiayaan itu kepada keluarga.
“Saya tidak kenal siapa pria itu tapi dia mengaku aparat dan saya mengenali wajahnya. Umurnya sekitar 35 an gitu. Saya tidak ingat plat BK Bus Intra itu tapi kami saling kenal. Begitupun tidak ada yang menolong saya dianiaya. Keluarga merasa keberatan makanya saya disuruh untuk membuat laporan pengaduan,”kata Pdt. M Siahaan sembari menunjukkan mata nya yang bengkak dan biram serta sakit didada akibat dianiaya tersebut.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






