SIMALUNGUN II
Warga yang tinggal di Huta IV simpang Kapung kelapa Nagori Sordang Bolon Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun dikejutkan adanya penemuan seorang wanita inisial R br. S (69) meninggal gantung diri dirumahnya, pada Senin pagi 5 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB.
Informasinya dihimpun, sehari harinya korban tinggal seorang diri dirumahnya tersebut karena suamiya sudah meninggal dan anak anaknya tinggal diperantauan.
Pada Senin pagi (5/10/2026) sekira pukul 09.30 Wib saksi Adigson Manalu (51), Edison Sagala (55) dan Erti Amelia Sianturi (45) mendatangi rumah korban. Setibanya di rumah tersebut, para saksi melihat pintu rumah korban masih tertutup dan dari dalam rumah terdengar suara mesin air sedang menyala.
Selanjutnya, para memanggil korban dari luar rumah, namun tidak mendapat jawaban. Merasa curiga para saksi mendobrak pintu rumah dan masuk ke dalam rumah. Lalu saat di dalam rumah, para saksi melihat korban berada di dalam kamar tidur dalam keadaan tergantung pada bagian jendela pintu kamar, dengan leher terikat menggunakan tali yang diikatkan pada jendela kamar tidur.
Saksi kemudian melakukan pengecekan terhadap kondisi korban dan diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Melihat itu para saksi melaporkan kejadian kepada Pangulu Serdang Bolon, dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Bosar Maligas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Personil Polseķ Bosar Maligas dipimpin Kanit Reskrim IPDA Bilson Hutauruk bersama Tim Inafis Polres Simalungun AIPDA Sujid Saputra langsung melakukan pengecekan ke TKP. Setelah dilakukan olah TKP, jenajah korban dievakuasi keruangan jenajah RSUD dr Djasmaen Saragih Kota Pematangsiantar.
Kemudian atas permintaan Visum Et Repertum (VER) Polsek Bosar Maligas, Tim Forensik dipimpin dr. Joko Arianto SP.FM bahwa tidak ditemuka tanda tanda kekerasan lain dilur dari jerat jerat di leher korban dan estimasi atau waktu kematian korban 12 sampai dengan 24 jam sehingga korban diduga meninggal karena gantung diri.
Hingga berita ini diterbitkan, jenajah korban masih dititip diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar karena menunggu kedatangan anak korban dari Ambon. (JX)






