SIMALUNGUN II
Jasad pria paruh bayah inisial MS alias Pak F (58) warga Dusun 2 Hubuan Nagori Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun akhirnya ditemukan jarak 5 Kilometer (KM) dari lokasi jatuh tepatnya jembatan penyeberangan bambu setelah sekitar 2 hari hanyut di Sungai Bah Tongguran, Nagori Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, Selasa (30/6/2026) siang sekira pukul : 12.20 Wib.
Informasi dihimpun, awalnya korban diketahui hanyut pada hari Minggu (28/6/2026) siang sekira pukul 12.00 WIB karena diduga jatuh saat menyeberangi jembatan bambu penyeberangan menuju ladang miliknya.
Menerima laporan warga, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung SH bersama tim gabungan melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Bah Tongguran tersebut, tapi hingga malam harinya korban tidak ditemukan.
Begitupun setelah2 hari dilakukan pencarian menggunakan hasil drone dan alat perangkat deteksi Tim Basarnas, pada Selasa (30/6/2026) siang sekira pukul : 12.20 Wib Kapolsek Tanah Jawa bersama Tim gabungan berhasil menemukan korban jarak 5 KM dari posisi jatuh kondisi tersangkut dan mengambang dialiran Sungai Bah Tongguran tersebut serta sudah meninggal dunia.
Selanjutnya Tim Basarnas evakuasi jenajah korban ke Rumah Sakit (RS) Bahlimbingan Kelurahan Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun untuk dilakukan visum.
Namun keluarga korban menolak jenajah korban dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan bermaterai karena keluarga sudah menerima ikhlas korban meninggal hanyut.
Adanya surat pernyataan tersebut Kaposlek menyerahkan jenajah korban kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan dikuburkan.
“Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi terhadap jenajah korban tersebut. Korban meninggal karena hanyut,” kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba SH dikonfirmasi pada malam hariya. (JX)






