PEMATANGSIANTAR II
Sebanyak 300 karateka dari 16 dojo mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Perguruan Karate-Do Tako Indonesia Pengurus Cabang (Pengcab) Kota Pematangsiantar. UKT dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Minggu (27/9).
Dari 300 karateka, tiga menjadi yang terbaik. Salah satunya Nickyta Adler Bakkara dari Dojo Dinas Pariwisata Pematangsiantar. Nickyta berhak naik dua Tingkat, dari sabuk biru/Kyu ke-5 ke sabuk coklat/Kyu-3.
Sedangkan dua karateka lainnya yaitu Navisha F Kinar dari Dojo YPK, naik dua tingkat dari sabuk biru/Kyu-5 ke sabuk coklat/Kyu-3; dan Khosyi’ Zyanci Althaf dari Dojo JW, naik dari sabuk oranye/Kyu-7 ke sabuk biru/Kyu-5.
Ketua Panitia UKT Reinhard Silalahi (DAN V), mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk kembali membangkitkan kejayaan Perguruan Karate-Do Tako Indonesia, khususnya di Kota Pematangsiantar.
Reinhard sendiri juga merupakan atlet karate pada masanya pernah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Pengalaman sebagai atlet tersebut menjadi bekal tersendiri dalam mendorong lahirnya karateka-karateka muda Tako yang memiliki mental dan kesiapan bertanding.
“Harapan saya ke depan, Perguruan Karate-Do Tako Indonesia kembali ke masa jayanya seperti dulu. Kita akan kembali mencetak atlet Tako yang siap tanding di berbagai event lokal, nasional, dan internasional,” sebut Reinhard.
Menurutnya, pengalaman sebagai atlet membuat dirinya memahami perjalanan menuju prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga kedisiplinan, mental bertanding, ketekunan, dan karakter.
Karena itu, para karateka muda diharapkan tidak menjadikan UKT sekadar sebagai kewajiban untuk naik tingkat, melainkan sebagai proses untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Reinhard juga menekankan pentingnya memegang teguh Tri Cita Utama yang menjadi pedoman dalam Perguruan Karate-Do Tako Indonesia, yakni Perkasa, Rendah Hati, dan Luhur Budi.
Ia menegaskan, seorang karateka tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik dan kemampuan teknik. Karakter dan etika harus berjalan seiring dengan kemampuan bela diri.
“Kalau seorang karateka Tako memahami Tri Cita Utama, maka dia akan menjadi seorang karateka sejati yang siap di situasi apa pun,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Teknik Joni Purba (DAN V), menyampaikan UKT merupakan bagian dari evaluasi terhadap hasil latihan para karateka di masing-masing dojo. Melalui ujian tersebut, para karateka dapat mengetahui sejauh mana teknik yang telah dikuasai sekaligus menemukan bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Sebagian sudah bagus. Kalau ada yang kurang, tim penguji akan menyampaikan kekurangannya untuk selanjutnya dilakukan perbaikan,” ujar Joni.
Ia juga mengingatkan para karateka agar tidak mengabaikan gerakan-gerakan dasar. Menurutnya, penguasaan teknik dasar merupakan fondasi penting sebelum seorang karateka mengembangkan kemampuan ke tingkat yang lebih tinggi.
Sekretaris kegiatan sekaligus Sekretaris Pengcab Tako Pematangsiantar Suryadi (DAN V) didampingi Bendahara Meico Batubara (DAN IV), menjelaskan UKT kali ini merupakan UKT Triwulan II Tahun 2026.
“UKT triwulan pertama digelar di Dojo Michigan, Juni 2026 kemarin,” kata Suryadi.
Dengan melibatkan sekitar 300 karateka dari 16 dojo, UKT Karate-Do Tako Pematangsiantar diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi karateka yang tidak hanya mampu menguasai teknik, tetapi juga memiliki disiplin, mental juara dan karakter kuat. (*/JX)






