JARKATA II
Joshua Franklin Siahaan resmi didaulat sebagai Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) DKI Jakarta dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang digelar di Gedung KONI DKI Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Terpilihnya Joshua membawa harapan baru bagi kemajuan olahraga bola tangan di Ibu Kota, dengan target besar mengantar Jakarta menjadi barometer handball Indonesia hingga menembus panggung internasional.
Dalam sambutannya usai terpilih, Joshua menegaskan komitmennya untuk membawa ABTI DKI Jakarta menjadi organisasi yang solid, progresif, dan mampu mencetak prestasi gemilang di tingkat nasional maupun dunia.
“Jakarta harus menjadi barometer handball Indonesia untuk pentas dunia. ABTI DKI akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan PB ABTI untuk mengharumkan nama Jakarta dan Merah Putih di tingkat internasional,” ujar Joshua.
Ia menegaskan, kepengurusan ABTI DKI Jakarta ke depan akan dibangun melalui kolaborasi aktif dengan seluruh pengurus kota di lima wilayah administrasi Jakarta, mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, hingga Kabupaten Kepulauan Seribu.
Menurut Joshua, keberhasilan membangun prestasi olahraga tidak bisa dicapai sendiri. Karena itu, ia berkomitmen menjadikan Pengprov ABTI DKI Jakarta sebagai rumah besar bagi seluruh pecinta dan pelaku olahraga bola tangan.
“ABTI DKI harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan handball. Cita-cita besar ini harus melibatkan semua pihak, dan saya mohon doa serta dukungan agar kita bisa mewujudkannya bersama,” katanya.
Joshua juga menegaskan tekadnya untuk mempertahankan dominasi ABTI DKI Jakarta di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, tim bola tangan DKI Jakarta sukses mencetak sejarah dengan meraih medali emas di nomor putra dan putri sekaligus, di bawah kepemimpinan Syaiful Bahri.
Prestasi gemilang tersebut menjadi fondasi kuat yang ingin terus dipertahankan Joshua pada periode kepemimpinannya.
“Saya yakin dengan dukungan semua pihak dan kolaborasi yang nyata, kita akan mampu menghasilkan prestasi yang lebih gemilang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, menaruh harapan besar kepada seluruh Pengprov ABTI, termasuk DKI Jakarta, agar terus memperkuat pembinaan atlet dari level daerah hingga internasional.
Menurutnya, organisasi yang solid menjadi fondasi utama lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional maupun global.
“Melalui roda organisasi yang solid, pembinaan prestasi atlet akan meningkat. Dengan begitu, persaingan di Kejurnas maupun PON akan semakin kompetitif dan melahirkan atlet berprestasi yang nantinya masuk tim inti Pelatnas menuju event internasional,” ujar Zulfydar.
Zulfydar juga memberikan apresiasi tinggi kepada kepemimpinan Syaiful Bahri yang dinilai sukses membawa tim bola tangan DKI Jakarta tampil sebagai juara umum pada PON XXI Aceh 2024.
Tak hanya berjaya di level nasional, kontribusi atlet DKI Jakarta juga terlihat di pentas internasional. Saat Indonesia meraih peringkat ketiga pada SEA Games Thailand, sebanyak sembilan atlet dan dua pelatih berasal dari Jakarta, menunjukkan kuatnya kontribusi Ibu Kota terhadap kekuatan tim nasional bola tangan Indonesia.
Sebagai langkah konkret pembinaan, PB ABTI telah menyiapkan sejumlah agenda strategis sepanjang tahun, mulai dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pelajar di Surabaya, Kejurnas senior di Medan, hingga PON Olahraga Pantai yang akan digelar di Jakarta.
Dengan kepemimpinan baru Joshua Franklin Siahaan, ABTI DKI Jakarta kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi. Semangat kolaborasi, pembinaan berkelanjutan, dan target prestasi internasional menjadi fondasi utama untuk membawa handball Jakarta terus berjaya dan mengibarkan Merah Putih di panggung dunia. (*/JX)






