MEDAN II
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kepemilikan dan kelengkapan dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk).
Menurut Robi, dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian serta dokumen kependudukan lainnya merupakan dasar bagi pemerintah dalam melakukan pendataan masyarakat secara detail dan menyeluruh.
Hal itu disampaikan Robi Barus saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Jalan Kelambir V Gang Keluarga, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (30/8).
“Adminduk ini dasar pendataan masyarakat secara detail dan menyeluruh. Oleh sebab itu, jangan abai, lengkapi seluruh dokumen adminduk kita,” ujar Robi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Helvetia, Fitri, perwakilan Kelurahan Tanjunggusta, Ade Christian, serta perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Irfan Syahputra.
Robi menjelaskan, kelengkapan dokumen kependudukan juga berkaitan erat dengan akses masyarakat terhadap berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos).
“Bila kita tidak memiliki adminduk, maka kita tidak bisa didata sehingga tidak bisa mendapatkan bantuan sosial. Itu salah satu contoh pentingnya memiliki adminduk,” katanya.
# Imbau Warga Urus IKD
Sementara itu, perwakilan Disdukcapil Kota Medan, Irfan Syahputra, mengimbau masyarakat segera mengurus Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Menurutnya, IKD memberikan kemudahan sekaligus lapisan pengamanan dalam penggunaan data kependudukan.
“IKD itu banyak ‘pengunci data’ di dalamnya, mulai dari sidik jari, iris mata, hingga cek wajah. Selain itu, IKD berada di ponsel kita, sehingga akan jauh lebih mudah membawanya ke mana-mana,” jelasnya.
Irfan berharap masyarakat mulai memanfaatkan IKD sebagai bagian dari perkembangan sistem administrasi kependudukan yang semakin terdigitalisasi.
Namun, Robi Barus juga mempertanyakan sistem keamanan IKD, khususnya terkait penggunaan telepon seluler sebagai media penyimpanan identitas kependudukan.
“Saya mewakili masyarakat juga mempertanyakan bagaimana sistem keamanan IKD ini. Tidak semua masyarakat memiliki ponsel. Karena IKD ini satu ponsel, hal ini juga harus disikapi,” kata Robi.
Sementara perwakilan Kecamatan Medan Helvetia, Fitri, turut mengingatkan para orangtua agar segera mengurus akta kelahiran anak setelah kelahiran.
“Begitu anak kita lahir, segera urus akta kelahirannya, jangan ditunda, sebab itu akan sangat dia butuhkan saat ingin sekolah nanti,” katanya.
Fitri juga meminta orangtua memastikan penulisan nama anak dalam akta kelahiran sudah benar sejak awal.
“Pastikan nama anak kita di akta kelahiran sesuai dengan semestinya. Kalau salah nama, maka nanti perbaikannya harus berdasarkan putusan pengadilan,” ujarnya.
# Warga Rindu Air Bersih
Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah warga juga menyampaikan berbagai aspirasi kepada Robi Barus. Salah satunya terkait ketiadaan fasilitas air bersih.
“Kami ini warga Kota Medan, tapi sampai sekarang fasilitas air bersih tidak ada kami nikmati. Kami benar-benar rindu air bersih,” ujar Mak Ernis.
Ia mengaku telah mempertanyakan pembuatan sambungan air PDAM Tirtanadi, namun biaya yang harus dikeluarkan dinilai cukup mahal.
Menanggapi keluhan tersebut, Robi Barus menyatakan akan menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan agar pembangunan sarana air bersih dapat dilakukan melalui program pipanisasi.
Selain persoalan air bersih, warga juga mengeluhkan maraknya peredaran narkoba di kawasan tersebut, kondisi parit yang tidak berfungsi dengan baik, hingga permintaan penebangan pohon yang dinilai mengganggu.
Robi mengatakan seluruh aspirasi warga tersebut akan menjadi perhatian dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Terkait persoalan narkoba, Robi mengakui peredarannya masih menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian bersama.
“Apa yang disampaikan warga kawasan ini soal peredaran narkoba sudah sama-sama kita ketahui dari berbagai pemberitaan. Tapi ini harus menjadi atensi untuk gencar menyatakan perang terhadap narkoba,” tegas anggota Komisi 1 DPRD Medan ini.
Robi menegaskan, seluruh keluhan masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait agar dapat dicarikan solusi. (ROM)






