MEDAN II
Kekhawatiran warga terhadap potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) meningkat seiring tingginya intensitas hujan yang terjadi di Kota Medan. Warga menilai kondisi tersebut membuat lingkungan permukiman lebih rentan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Keresahan itu disampaikan warga Kelurahan Asam Kumbang saat pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis.
Kegiatan berlangsung di Jalan Keluarga, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (30/8).
Dalam forum tersebut, warga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) segera melakukan fogging di lingkungan permukiman.
“Mohon sampaikan kepada Pemko Medan Pak, buatlah fogging di sini. Ini kan musim hujan Pak, takut kita banyak nyamuk DBD,” ujar salah seorang warga, Latifah Hanum.
Menanggapi permintaan tersebut, perwakilan Dinkes Medan sekaligus Kepala Puskesmas Pembantu Asam Kumbang, dr Novelina Siahaan, menjelaskan bahwa fogging tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kekhawatiran masyarakat.
Menurutnya, pengasapan baru dapat dilakukan apabila ditemukan kasus DBD yang telah dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.
“Kalau tidak ditemukan kasus DBD, maka kita tidak bisa melakukan fogging. Kalau tidak ditemukan kasus, langkah yang perlu dilakukan adalah dengan membersihkan lingkungan,” jelas Novelina.
Ia menegaskan, pencegahan DBD tidak semata-mata mengandalkan fogging. Masyarakat tetap memiliki peran penting dalam memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Menanggapi hal itu, dr Dimas mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Warga diminta memastikan tidak ada wadah yang dapat menampung air, termasuk barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kondisi drainase juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan genangan.
“Kemudian bila nanti ada masyarakat yang positif terjangkit DBD, segera infokan kepada saya agar saya mintakan langsung kepada Dinkes Medan untuk melakukan fogging,” ujar Dimas.
Selain persoalan DBD, dr Dimas juga meminta perangkat kewilayahan mulai dari kecamatan hingga kelurahan memberikan perhatian terhadap keberadaan anjing liar di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, anjing peliharaan juga harus dipastikan dipelihara dengan baik dan tidak dilepas secara sembarangan.
“Apalagi saat ini ketersediaan vaksin rabies di Pemko Medan juga tidak banyak dan hanya tersedia di beberapa faskes milik Pemko Medan. Ini harus menjadi perhatian kita semua, jangan sampai terabaikan,” tegasnya.
Dimas menilai pencegahan penyakit yang bersumber dari hewan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pengawasan terhadap hewan peliharaan serta penanganan anjing liar perlu dilakukan secara bersama-sama agar tidak menimbulkan persoalan kesehatan di kemudian hari.
Sosper tersebut juga menjadi ruang bagi ratusan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi di luar persoalan kesehatan.
Sejumlah persoalan yang disampaikan antara lain fasilitas pelayanan kesehatan, status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk perlindungan sosial, hingga pendistribusian Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
dr Dimas memastikan seluruh aspirasi masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Khusus persoalan perlindungan sosial, ia mengingatkan masyarakat agar memastikan data mereka telah tercatat dan berada pada desil yang sesuai.
“Terkhusus perlinsos, besok (31 Agustus 2026) adalah batas waktu pendataannya. Pastikan kita semua terdata di perlinsos dan berada di desil yang sesuai agar warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Medan Selayang Rinaldi Sahputra Siagian, Lurah Asam Kumbang Reza Pahlevi Lubis, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan Rinaldi Sitorus, Kepala Puskesmas Asam Kumbang dr Novelina Siahaan, serta perwakilan BPJS Kesehatan Medan Daffa. (ROM)






