MEDAN II
Wakil Ketua DPRD Medan H Hadi Suhendra bersama dua orang legislator asal Medan Utara HT Bahrumsyah (PAN) dan Zulham Efendy (PKS) mendorong agar PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero Regional I Cabang Belawan menyediakan lahan untuk kepentingan masyarakat yang akan diperuntukan untuk pembangunan lahan pemakaman dan sekolah SMP.
Hal tersebut disampaikan Hadi Suhendra saat menerima PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero Regional I Cabang Belawan yang dipimpin Zainuddin Cs di gedung DPRD Medan, Selasa (29/9).
H Hadi Suhendra politisi Partai mengatakan langkah tersebut dilakukan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat Medan Belawan terkait tidak adanya lahan kuburan orang meninggal di Medan Belawan.
Selain sulitnya lahan kuburan di wilayah Medan Belawan, ke 3 anggota legislator itu juga mendiskusikan lahan pendirian SMP Negeri dan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Dikatakan, Hadi Suhendra dihadapan pihak Pelindo Zainudin, Sunar Dedy, Fadillah, Amar, Nuri dan Bobby agar pihak Pelindo berkenan mewakafkan lahannya untuk peruntukan lahan kuburan.
“Saat ini warga Belawan ketika sudah meninggal, selalu kesulitan mendapatkan lahan untuk tempat kuburan kuburan. Sudah banyak orang meninggal terpaksa dikubur dengan berlapis karena ketiadaan lahan ,” ujar Suhendra.
Disampaikan Hadi Suhendra politisi dari Dapil II itu, yang mereka minta demi kepentingan masyarakat umum. Maka pihak Pelindo agar menjadi bahan perhatian serius dan dapat merealisasikan aspirasi masyarakat Medan Belawan.
Selain itu, Suhendra juga minta pihak Pelindo dapat memberikan lahan untuk pendirian SMP Negeri dan Rusunawa. Sehingga, warga yang bermukim di lokasi kumuh karena keterbatasan ekonomi dapat dipindahkan ke Rusunawa nantinya.
Begitu juga dengan ketiadaan sekolah SMP di Medan Belawan, banyak warga Belawan putus sekolah karena tidak sanggup sekolah swasta dan harus jauh menempu sekolah SMP Negeri. Sementara untuk ongkos ke sekolah orang tuanya tidak sanggup.
Masih dalam suasana rapat diskusi, anggota dewan lainnya HT Bahrumsyah menyampaikan kiranya pihak Pelindo bersedia memberikan lahan untuk kuburan, lahan pendirian SMP Negeri dan Rusunawa.
Begitu juga dengan rencana Pemko Medan mengalokasikan anggaran 30 persen dari APBD diperuntukkan untuk membangun wilayah Medan Utara khususnya Medan Belawan agar pihak Pelindo mendukung program tersebut.
“Seperti pesisir pantai Belawan dapat dijadikan halaman depan Kota Medan seperti pantai Losari di Makassar,” katanya.
Seiring dengan itu, Pelindo dan Pemko Medan dapat berkolaborasi untuk membangun Belawan. Maka lahan milik Pelindo yang tidak produktif jangan dilakukan pembiaran sehingga menjadi lahan kumuh. “Mana lahan yang kumuh dan kosong supaya dipergunakan untuk diberdayakan,” ucap Bahrumsyah.
Sementara itu, anggota dewan lainnya Zulham Effendy berharap pihak Pelindo mau mrnyahuti keluhan dewan. “Selain lahan kuburan juga dapat membantu Pemko Medan memperbaiki jalan jalan rusak. Begitu juga soal aksi tawuran, mari kita sama sama memutus mata rantai tawuran,” ajak Zulham.
Dikatakan, pihak Pelindo agar bekerjasama membantu Pemko Medan karena Pemko juga memiliki keterbatasan anggaran dan kemampuan. “Mari sama sama memperhatikan keluhan masyarakat karena Pemko Medan juga punya keterbatasan,” ucapnya.
Sementara itu pihak Pelindo Zainuddin mengatakan usulan dewan akan disampaikan ke atasan mereka. Dinamika rapat dan diskusi akan disampaikan ke atasan yang nantinya dimungkinkan untuk lahan pinjam pakai. (ROM)






