SIANTAR
AKBP Fernando SH, SIK merasa takjub acara penyambutand sekaligus perkenalannya sebagai Kapolres Siantar yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Siantar dan Forkopimda bertempat di Rumah dinas Walikota Siantar, Jl. Kapt. MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Sabtu (4/6/2022) malam sekira pukul 18.00 Wib.
Dalam acara itu, AKBP Fernando didampingi isteri Ny. Mourine Fernando memperkenalkan diri. “Nama Saya Fernando, SH, SIK Beserta Isteri Mourine Fernando, Kami telah dikaruniai 2 orang Putra, sebelum diberi kepercayaan oleh Pimpinan menjadi Kapolres Siantar, saya melaksanakan tugas sebagai Kapolres Tanjung Pinang Polda Kepri,”ucapnya.
AKBP Fernando mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Siantar terutama kepada Plt Wali Kota Siantar dr Susanti Dewayani SpA yang sudah bersedia membuat acara Silaturrahmi dan Perkenalannnya
“Ini satu kehormatan besar bagi kami untuk menjadi warga baru di Kota Siantar. Meski kami sudah menjadi Kapolres sebelumnya, tapi kami belum pernah diadakan dan diperlakukan seperti ini dengan luar biasa dari seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para pimpinan OPD di jajaran Pemko Siantar serta kalangan insan pers yang sangat welcome menerima kami di Kota Siantar,” katanya.
Diakui AKBP Fernando, ini kali pertama ia bertugas di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Sehingga merupakan hal yang luar biasa dan pengalaman baru baginya.
“Para senior mengatakan, kalau kamu sudah lulus di Sumatera Utara khususnya di Kota Siantar, Insya Allah ke depan menghadapi tantangan di tempat lain kamu akan bisa menghadapinya. Ini yang menjadi tantangan buat kami, karena kami pelajari dan mendapatkan informasi bahwa dinamika masyarakat di Siantar sangat tinggi yang namanya perbedaan. Kemudian kerukunan antar umat beragama di Siantar sangat tinggi, sehingga ini menjadi modal kami jika menghadapi tugas di lapangan,” sebutnya.
Intinya, lanjut AKBP Fernando, sebagai aparat kepolisian, ia tidak bisa berdiri sendiri dan bekerja sendiri. Kami sangat bergantung kepada seluruh elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat Kota Siantar. Karena tugas menjaga kamtibmas adalah tugas bersama.
Bukan hanya Polri. Tanpa kesadaran masyarakat, saya rasa tidak mungkin bisa menjaga situasi Kota Siantar kondusif dengan keterbatasan yang ada. ‘Jadi mohon dukungan Forkopimda tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah khususnya Kota Siantar. Yang penting kolaborasi antar sesama Forkopimda dalam melaksanakan tugas dan seluruh elemen masyarakat,”pungkasnya.
Sebelumnya, Plt. Wali Kota Siantar dr. Susanti Dewayani memperkenalkan Kota Siantar yang merupakan kota yang sejuk, punggung berbukit, dengan luas 80.000 meter persegi, 8 Kecamatan dan 53 Kelurahan, seta jumlah penduduk terakhir 270 jiwa.
“Selamat datang kepada Kapolres Siantar AKBP Fernando SH SIK beserta ibu, selamat bertugas dan selamat mengabdikan diri di Kota Siantar, kota yang sejuk dengan motto Sapangambei Manotok Hite, yang berarti bergotong royong untuk tujuan mulia,’katanya.
Susanti menjelaskan Kota Siantar beberapa waktu lalu pernah menjadi Kota Paling Toleran di Indonesia, walaupun sertifikat penghargaan tidak ada. Namun perlu diketahui, Kota Siantar tetap masih toleransi sampai hari ini juga.
Hal tersebut bisa dilihat di dalam keanekaragaman seluruh masyarakat Siantar yang merupakan miniatur Indonesia. Sebab suku bangsa yang ada di Indonesia tentu ada di Kota Siantar. “Tingkat toleransi di Kota Siantar dinyatakan turun. Tapi perlu kita ketahui, bukan turun. Namun ada yang lebih toleran lagi. Padahal sebelumnya mereka yang meraih tersebut pernah belajar di Kota Siantar,” jelasnya.
Ditambahkannya, Kota Siantar juga adalah ‘Kawah Condrodimuko’. Artinya pejabat- pejabat yang datang di Kota Siantar adalah pejabat-pejabat yang hebat dan luar biasa, kalau orang sudah pernah bekerja dan menjabat di Kota Siantar, begitu selesai dan lulus dari Kota Siantar dan kemudian akan ditempatkan di seluruh Indonesia, maka dengan mudah akan survive di tempat yang baru. Sebab sudah ditempah di Kota Siantar.
“Seluruh aparatur Pemko Siantar dan seluruh elemen masyarakat siap berkolaborasi dan bersinergi dengan jajaran TNI dan Polri untuk mendukung suasana kondusif di Kota Siantar dan akan mendukung semua kegiatan yang tujuannya untuk perbaikan dan kemajuan Kota Siantar,” tutupnya.
Hadir acara itu, Forkopimda Kota Siantar, Ketua Dekranasda Kota Siantar, H Kusma Erizal Ginting, Danrem 022/PT Kolonel Inf Luqman Arief, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Siantar Teuku Munandar, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten, serta pimpinan OPD se-Kota Siantar, para pimpinan BUMN, BUMD, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pengurus ormas yang ada di Kota Siantar.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






